Iran Sudah Pelajari Strategi Lawan, AS dan Israel Akan Semakin Sulit Menang

favicon progres.id
ebrahim zolfaghari
Jubir Markas Khatam Al-Anbiya IRGC Ebrahim Zolfaghari (IRGC)

PROGRES.ID – Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim telah menemukan berbagai kelemahan militer Amerika Serikat dan Israel setelah melakukan pemantauan intensif selama tiga pekan pertama perang.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut bahwa pihaknya telah melakukan pengamatan, analisis, serta identifikasi menyeluruh terhadap pola operasi dan strategi lawan. Hasil analisis tersebut kemudian digunakan untuk menyusun taktik ofensif baru yang akan diterapkan dalam operasi militer berikutnya.

Menurut IRGC, strategi baru tersebut akan membuat kondisi pertempuran menjadi semakin sulit bagi pihak Amerika Serikat dan Israel.

Iran Siapkan Taktik Serangan Baru

IRGC menyatakan bahwa komandan intelijen dan operasi mereka telah memperkenalkan sistem persenjataan yang lebih canggih serta taktik serangan baru ke medan perang.

Dalam fase operasi berikutnya, Iran menyebut ruang gerak lawan akan semakin terbatas dan situasi pertempuran akan menjadi lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.

Pernyataan ini menandakan bahwa Iran berencana meningkatkan intensitas dan efektivitas serangan dalam konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Iran Klaim Hancurkan Target Militer AS

Selain menyiapkan strategi baru, IRGC juga mengklaim telah menyerang dan menghancurkan sejumlah target militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Beberapa pangkalan militer yang disebut menjadi sasaran serangan Iran antara lain Ali Al Salem Air Base di Kuwait, Al Kharj Air Base di Arab Saudi dan Camp Victory di Irak.

Serangan tersebut disebut dilakukan menggunakan drone tempur dan rudal berat sebagai bagian dari strategi Iran untuk mengurangi kekuatan militer lawan secara bertahap.

Strategi Melemahkan Kekuatan Lawan

IRGC menegaskan bahwa serangan terhadap pangkalan militer Amerika merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk melemahkan kekuatan militer lawan di kawasan.

Dengan menghantam fasilitas militer, logistik, dan infrastruktur pertahanan, Iran berharap dapat menghambat kemampuan operasi militer Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel hingga kini masih terus berlangsung dan menunjukkan eskalasi di berbagai wilayah strategis kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *