PROGRES.ID – Dua kota di Israel selatan, Arad dan Dimona, dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah terkena serangan rudal balistik Iran pada Ahad, 21 Maret. Serangan tersebut disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel yang didukung Amerika Serikat.
Laporan dari media Israel menyebutkan bahwa puluhan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut. Para korban luka dievakuasi dan dirawat di Soroka Medical Center yang menetapkan status darurat untuk menangani lonjakan pasien.
Media Israel ILTV melaporkan bahwa total 175 orang terluka akibat serangan rudal balistik yang menghantam Dimona dan Arad. Di Dimona, sekitar 60 korban dievakuasi, termasuk seorang anak laki-laki berusia 12 tahun yang dilaporkan dalam kondisi serius dan harus menjalani operasi.

Sementara itu di Arad, sebanyak 115 orang dilaporkan terluka, dengan sembilan orang dalam kondisi serius. Puluhan korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, termasuk sedikitnya 18 anak-anak. Pihak rumah sakit menyatakan masih beroperasi dalam kondisi darurat penuh untuk menangani korban serangan.
Hingga saat ini, situasi keamanan di wilayah selatan Israel masih berada dalam status siaga menyusul kemungkinan serangan lanjutan. Serangan ini menambah daftar panjang eskalasi konflik yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan serangan rudal yang semakin sering menargetkan wilayah perkotaan dan instalasi strategis.












