PROGRES.ID – Seorang jenderal tinggi Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat kini disebut kesulitan keluar dari konflik dengan Iran setelah mengalami berbagai tekanan militer di lapangan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbia, Ali Abdollahi.
Dalam pernyataannya, Abdollahi mengatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya membawa AS masuk ke dalam konflik dengan Iran, kini disebut mulai mencari bantuan dari sejumlah negara untuk menemukan jalan keluar dari perang tersebut.
Ia menyatakan bahwa pada awal konflik, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar yang menurutnya bertujuan melemahkan Iran. Pada hari pertama perang, Pemimpin Revolusi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer dilaporkan tewas, yang disebut sebagai upaya untuk melumpuhkan struktur komando Iran dalam waktu singkat.
Namun, menurut Abdollahi, kondisi di lapangan justru berkembang berbeda. Ia mengklaim bahwa dalam beberapa pekan terakhir, militer Iran mampu bertahan dan melancarkan serangan balasan terhadap target Amerika Serikat dan Israel di berbagai wilayah.
Jenderal Iran tersebut juga menyebut bahwa setelah sekitar 25 hari konflik berlangsung, Amerika Serikat disebut mulai menyadari situasi di lapangan dan kini berusaha mencari cara untuk mengakhiri perang yang disebutnya dimulai oleh Washington sendiri.
Ia menambahkan bahwa di tengah situasi perang yang masih berlangsung, angkatan bersenjata Iran tetap berada di bawah komando Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dan akan terus melanjutkan operasi militer hingga mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sendiri dimulai setelah serangan besar pada 28 Februari yang menewaskan sejumlah pejabat militer dan warga sipil di Iran. Sejak saat itu, kedua pihak terus melancarkan serangan, termasuk serangan udara, rudal, dan drone ke berbagai target militer di kawasan.
Serangan balasan Iran disebut menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat serta wilayah Israel, sementara serangan udara Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam berbagai fasilitas militer dan infrastruktur di Iran. Konflik yang terus berlanjut ini menunjukkan situasi kawasan yang masih sangat tegang dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.












