Trump Berulang Kali Klaim Menang, Tapi Iran Terus Hujani Pangkalan AS dan Israel dengan Rudal

favicon progres.id
donald trump
Presiden AS Donald J Trump (TruthSocial)

PROGRES.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran telah menawarkan sesuatu yang sangat berharga dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Washington, meskipun pemerintah Iran membantah bahwa negosiasi langsung antara kedua negara sedang berlangsung.

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut tawaran tersebut sebagai “hadiah yang sangat besar” dan mengaitkannya dengan Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia. Ia juga mengklaim bahwa konflik yang berlangsung telah dimenangkan oleh pihaknya.

Di sisi lain, sejumlah analis dan mantan pejabat Amerika Serikat menilai Iran juga merasa berada di posisi unggul melalui strategi perang asimetris, yaitu taktik militer tidak langsung yang bertujuan melemahkan lawan tanpa konfrontasi penuh.

Pernyataan Trump mengenai peluang kesepakatan muncul di tengah pengerahan ribuan Marinir AS serta sebagian personel Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah. Pada saat yang sama, militer Israel dilaporkan masih ingin melanjutkan operasi militer terhadap Iran selama beberapa pekan lagi untuk mencapai target perang mereka.

Serangan antara kedua-dua pihak masih terus berlangsung. Garda Revolusi Iran melaporkan adanya serangan terhadap jalur pipa gas yang memasok pembangkit listrik di wilayah barat daya Iran. Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional juga melaporkan adanya proyektil yang menghantam fasilitas nuklir Bushehr. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan sejumlah rudal, termasuk yang menghantam Tel Aviv.

Pakistan Tawarkan Diri Jadi Mediator

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa negaranya siap memfasilitasi dialog antara Amerika Serikat dan Iran guna mengakhiri perang. Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial dengan menandai akun Presiden Trump, utusan Amerika Serikat, serta Menteri Luar Negeri Iran.

Sejauh ini, baik Washington maupun Teheran belum memberikan tanggapan resmi atas tawaran Pakistan tersebut. Namun, laporan menyebutkan adanya upaya diplomasi tidak langsung melalui sejumlah negara perantara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki untuk membuka jalur komunikasi dan meredakan konflik.

Trump sendiri sebelumnya sempat mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran, tetapi kemudian menunda rencana tersebut selama lima hari untuk memberi ruang bagi proses diplomasi.

Meski demikian, pemerintah Iran melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa tidak ada negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Ketua parlemen Iran juga menyebut isu perundingan tersebut sebagai berita palsu yang bertujuan memengaruhi pasar minyak dan keuangan serta memberi jalan keluar bagi Amerika Serikat dan Israel dari konflik.

Walaupun membantah adanya negosiasi langsung, pihak Iran mengakui bahwa komunikasi tidak langsung memang terjadi melalui negara-negara sahabat yang bertindak sebagai perantara.

Serangan Rudal dan Dampak Perang

Di tengah upaya diplomasi, serangan militer masih terus terjadi. Militer Israel menyatakan Iran telah meluncurkan rudal beberapa kali, dengan beberapa di antaranya menghantam wilayah Tel Aviv dan menyebabkan korban luka serta kerusakan bangunan.

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, puluhan orang dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran di Israel dan wilayah Palestina. Sementara itu, sejumlah warga Iran dilaporkan mengungsi ke wilayah perbatasan, termasuk ke Turki, karena meningkatnya intensitas serangan udara di beberapa kota, terutama Teheran.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa di tengah klaim kemenangan dan wacana perundingan, situasi di lapangan masih memanas dan konflik belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *