Nyaris 100 Tank Merkava Israel Sudah Dihancurkan Hizbullah Sejak 2 Maret 2026

favicon progres.id
tank merkava
Tank Merkava Zionis memasuki wilayah Lebanon (Foto: PressTv)

PROGRES.ID – Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, mengklaim telah menghancurkan sedikitnya 21 tank tempur Merkava milik Israel di wilayah Lebanon selatan dan wilayah utara Palestina yang diduduki dalam waktu 24 jam pada Rabu. Operasi tersebut oleh sejumlah analis militer disebut sebagai serangan besar terhadap tank Merkava.

Hingga Kamis pagi (26/03/2026), Hizbullah kembali melaporkan serangan langsung terhadap sedikitnya 20 tank Merkava lainnya. Dengan tambahan tersebut, jumlah tank Merkava tank yang diklaim hancur sejak 2 Maret disebut telah mencapai sedikitnya 73 unit.

Sumber lain menyebutkan bahwa pada Kamis, puluhan tank Merkava kembali menjadi sasaran serangan di berbagai lokasi, sehingga total kerugian tank Israel disebut mendekati 100 unit, meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Menurut rincian yang dirilis oleh perlawanan Lebanon, serangan terbaru menyasar tank Merkava di beberapa wilayah. Di Debel, tiga tank dilaporkan terkena rudal berpemandu. Di Al-Qantara, serangan menargetkan tank di sekitar sekolah teknik, sekolah kejuruan, waduk, dan menara air, sementara tiga tank lainnya diserang menggunakan drone tempur.

Di wilayah Taybeh, hampir selusin tank Merkava disebut terkena rudal berpemandu. Sementara di Deir Siryan, empat tank dilaporkan diserang di dekat area kolam, dan satu tank lainnya menjadi sasaran di jalan Taybeh–Al-Qantara. Hingga laporan ini disusun, serangan disebut masih berlangsung di beberapa titik.

Sejumlah pengamat militer menyebut rangkaian serangan ini mengingatkan pada pertempuran tahun 2006, ketika Hizbullah juga menghancurkan sejumlah tank Merkava dalam konflik dengan Israel.

Analis militer juga menyoroti perbedaan biaya persenjataan kedua pihak. Rudal berpemandu yang digunakan untuk menghancurkan tank disebut bernilai jauh lebih murah dibandingkan harga satu unit tank Merkava yang diperkirakan mencapai sekitar 6 juta dolar AS dan membutuhkan waktu produksi hingga dua tahun.

Operasi terbaru Hizbullah ini disebut merupakan bagian dari eskalasi konflik setelah meningkatnya serangan militer Israel ke wilayah Lebanon selatan dalam beberapa waktu terakhir.

Pada Rabu, Hizbullah juga melaporkan telah melakukan puluhan operasi militer terhadap target militer Israel di wilayah pendudukan dengan menggunakan rudal dan drone.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *