Trump Akui Kapal Induk USS Gerald R. Ford Diserang dari 17 Arah dan Terpaksa Kabur

favicon progres.id
presiden as donald j trump
Presiden AS Donald J Trump (Foto: AFP/Istimewa)

PROGRES.ID – Pengakuan mengejutkan datang dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait insiden yang melibatkan kapal induk kebanggaan AS, USS Gerald R. Ford. Dalam sebuah pernyataan, Trump menggambarkan momen mencekam saat kapal tersebut diduga menjadi sasaran serangan rudal Iran dari berbagai arah secara intensif.

Trump menyebut serangan terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari, ketika situasi di atas kapal mulai terasa tidak normal. Ia menggambarkan adanya ledakan berulang dengan interval sekitar 32 detik.

“Setiap 32 detik, boom, boom, boom,” ujarnya, menggambarkan ritme serangan yang terus berlangsung dan menciptakan tekanan tinggi bagi awak kapal.

uss gerald r ford
USS Gerald R Ford (Wikipedia)

Menurut Trump, tanda awal adanya ancaman serius terlihat dari aktivitas penerbangan yang tidak biasa di dek kapal. Pesawat tempur dilaporkan lepas landas secara cepat dan berulang, mengindikasikan respons darurat terhadap ancaman yang datang.

“We ran for our lives, it was over,” ujar Trump.

Meski dalam potongan pernyataan tersebut tidak dijelaskan secara rinci jumlah pasti rudal atau kerusakan yang terjadi, Trump mengindikasikan bahwa serangan datang dari banyak arah secara simultan—dalam beberapa laporan disebut mencapai hingga 17 sudut berbeda.

Insiden ini, jika dikonfirmasi secara penuh, akan menjadi salah satu serangan paling signifikan terhadap aset militer Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Kapal induk USS Gerald R. Ford selama ini dikenal sebagai salah satu sistem persenjataan paling canggih yang dimiliki Angkatan Laut AS.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Pentagon terkait detail serangan maupun dampak kerusakan yang dialami kapal tersebut. Namun, pengakuan Trump ini menambah kekhawatiran atas eskalasi konflik yang semakin intens di kawasan.

Pengamat menilai bahwa jika serangan dengan pola seperti ini benar terjadi, hal tersebut menunjukkan kemampuan Iran dalam melancarkan serangan terkoordinasi terhadap target bernilai tinggi, sekaligus menantang dominasi militer Amerika di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *