Warga Israel Berulang Kali Masuk Keluar Bunker akibat Serangan Iran, Media Ibrani Sebut hingga 18 Kali Semalam

favicon progres.id
warga israel di bunker
Warga Israel berlindung di dalam bunker saat sirine peringatan datangnya rudal berbunyi (Foto: Washington Jewish Week)

PROGRES.ID – Warga Israel dilaporkan berulang kali bergegas menuju tempat perlindungan sepanjang malam setelah serangan rudal dan drone Iran menembus sistem pertahanan dan menghantam sejumlah target di wilayah pendudukan, menurut laporan media lokal.

Sirene peringatan terdengar di berbagai wilayah utara, termasuk Haifa, kawasan teluknya, dan Acre, pada Sabtu dini hari. Otoritas Israel menyebut adanya beberapa infiltrasi rudal dan drone Iran yang memicu warga masuk bunker sedikitnya 18 kali.

Saluran televisi Channel 12 Israel melaporkan empat drone juga memasuki wilayah udara dari arah Lebanon. Militer Israel menyatakan bahwa sirene di selatan Haifa terkait dengan insiden infiltrasi yang masih berlangsung.

Sejauh ini, militer Iran disebut telah melancarkan 84 gelombang serangan rudal dan drone menggunakan persenjataan canggih. Sasaran meliputi fasilitas militer Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan dan aset Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pernyataan pada Jumat (27/03/2025) mengungkap rincian operasi tersebut. IRGC menyatakan sejumlah pesawat pengisian bahan bakar dan unit logistik di pangkalan udara Amerika telah dihancurkan.

Dalam pernyataan itu disebutkan operasi gabungan rudal dan drone pada gelombang ke-84 dari Operasi “True Promise 4” menyasar sistem pertahanan antirudal di pangkalan Al-Kharj. Serangan dilakukan oleh Pasukan Dirgantara IRGC dengan dukungan Angkatan Laut IRGC.

IRGC juga mengklaim rudal berbahan bakar padat dan cair berhasil menembus area pangkalan dan menghantam armada pendukung udara, termasuk pesawat pengisian bahan bakar. Sejumlah pesawat berbadan lebar dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan berat.

Operasi balasan ini, menurut Iran, dilancarkan setelah koalisi Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut diklaim menyebabkan tewasnya sejumlah pejabat tinggi militer, termasuk pemimpin tertinggi Iran, serta lebih dari 170 pelajar di Minab.

Kelompok Hizbullah Lebanon dan perlawanan Irak juga dilaporkan terlibat dalam serangan balasan terhadap target yang disebut sebagai pihak agresor. Serangan-serangan tersebut diklaim telah merusak infrastruktur militer dan strategis lawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *