PROGRES.ID – Parlemen Israel, Knesset, akhirnya mengesahkan anggaran negara tahun 2026 dalam pembacaan akhir, sehingga pemerintah berhasil menghindari kemungkinan pembubaran parlemen dan pemilu dini yang bisa terjadi jika anggaran tidak disetujui sebelum batas waktu hukum pada Selasa.
Menukil Times of Israel, Pemilu sendiri saat ini dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Anggaran yang disahkan mencapai 850,6 miliar shekel atau sekitar 271 miliar dolar AS, menjadikannya anggaran terbesar dalam sejarah Israel.
Dalam pemungutan suara, sebanyak 62 anggota parlemen mendukung anggaran tersebut, sementara 55 lainnya menolak. Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyebut anggaran ini sebagai anggaran yang bertujuan membantu seluruh masyarakat dan mengatasi kenaikan biaya hidup. Namun, pernyataan itu ditentang oleh pemimpin oposisi, Yair Lapid, yang menyebut anggaran tersebut sebagai yang terburuk dalam sejarah negara itu.
Sebagian besar anggaran dialokasikan untuk sektor pertahanan. Anggaran Kementerian Pertahanan Israel saja mencapai lebih dari 142 miliar shekel, angka tertinggi yang pernah tercatat. Selain itu, terdapat tambahan anggaran yang bergantung pada pendapatan serta komitmen belanja jangka panjang bernilai puluhan miliar shekel.
Proses pengesahan anggaran berlangsung alot dan diwarnai perdebatan panjang dari pihak oposisi yang berusaha menunda pemungutan suara melalui filibuster selama lebih dari 14 jam. Sidang juga beberapa kali terhenti akibat sirene peringatan serangan rudal balistik Iran yang memaksa anggota parlemen meninggalkan ruang sidang untuk mencari perlindungan.
Di tahap akhir pembahasan, sejumlah amendemen disetujui, termasuk alokasi dana tambahan ratusan juta shekel untuk program yang menjadi prioritas partai-partai Haredi.












