Pasukan Chechnya Siap Habisi Tentara AS Jika Terjadi Invasi Darat AS ke Iran

favicon progres.id
pasukan chechnya
Pasukan Chechnya siap bantu Iran hajar tentara AS (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Sejumlah unit militer Chechnya dilaporkan menyatakan kesiapan untuk dikerahkan ke Iran guna mendukung angkatan bersenjata negara tersebut apabila Amerika Serikat melancarkan invasi darat.

Pasukan yang berafiliasi dengan pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov, menyebut konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran sebagai perang bernuansa religius.

Mereka menggambarkan potensi keterlibatan langsung sebagai jihad, yakni pertempuran antara kebaikan dan kejahatan, dalam upaya membela Iran dari serangan Amerika Serikat dan sekutunya.

Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Laporan menyebutkan bahwa Washington, atas perintah Presiden Donald Trump, tengah mempertimbangkan opsi serangan darat setelah kampanye udara yang berlangsung beberapa pekan dinilai tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Konflik tersebut bermula pada 28 Februari, di tengah berlangsungnya pembicaraan tidak langsung terkait program nuklir antara Teheran dan Washington. Serangan awal disebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, sejumlah komandan militer senior, serta warga sipil, termasuk lebih dari 170 pelajar di Minab, Iran selatan.

Sebagai respons, militer Iran telah melancarkan puluhan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar fasilitas militer dan strategis Israel serta pangkalan dan aset Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.

Di sisi lain, keterlibatan pasukan Ukraina yang secara terbuka mendukung Amerika Serikat dan Israel dalam konflik ini juga menjadi sorotan.

Kehadiran mereka dinilai memiliki implikasi lebih luas, termasuk sebagai sinyal terhadap Rusia terkait arah perkembangan konflik yang berpotensi berkaitan dengan perang berkepanjangan antara Moskow dan Kyiv.

Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengecam pengakuan Ukraina yang disebut telah mengirim “ratusan ahli” ke kawasan tersebut. Ia menilai langkah itu sebagai bentuk keterlibatan langsung dalam agresi militer terhadap Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *