PROGRES.ID – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran merupakan tindakan yang melanggar hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel. Dalam pembicaraan itu, ia menegaskan bahwa Iran sebelumnya terlibat dalam perundingan dengan Amerika Serikat dengan itikad baik, namun justru diserang di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung.
Menurut Pezeshkian, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak benar-benar menginginkan jalur diplomasi. Ia juga menyoroti negara-negara tetangga Iran yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, karena dinilai tidak mencegah wilayah mereka digunakan sebagai titik peluncuran serangan terhadap Iran.
Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan perang, tetapi siap mengakhiri konflik jika ada jaminan bahwa serangan terhadap negaranya tidak akan terulang kembali.
Ia juga meminta negara-negara Eropa untuk mengubah pendekatan mereka terhadap Iran dan kembali menjalin hubungan secara profesional serta berdasarkan hukum internasional. Menurutnya, solusi utama dari konflik yang terjadi saat ini adalah menghentikan agresi dan membuka jalan bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.










