PROGRES.ID – Presiden Donald Trump mulai frustrasi dan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera mengakhiri operasi militernya di Iran dalam waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Oval Office seperti dinukil dari The New York Times (Nytimes.com), dan Gedung Putih mengonfirmasi bahwa presiden akan menyampaikan pidato resmi kepada rakyat Amerika terkait perang tersebut.
Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan segera meninggalkan Iran, meskipun hingga kini belum jelas apakah pidato kenegaraan yang akan disampaikannya akan berisi pengumuman penarikan penuh atau justru langkah militer lanjutan. Namun, dalam beberapa pernyataan terakhir, Trump dan para pejabat senior pemerintahannya mulai memberi sinyal bahwa Washington menilai tujuan utama operasi militer sudah hampir tercapai dan ingin segera mengakhiri keterlibatan dalam konflik.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa Trump akan memberikan perkembangan penting terkait perang dalam pidatonya. Trump sendiri mengklaim bahwa tujuan utamanya terkait program nuklir Iran telah tercapai, dan ia juga menyebut harga bahan bakar di Amerika Serikat akan turun setelah konflik berakhir. Ia menambahkan bahwa penutupan Selat Hormuz yang mengganggu perdagangan energi global merupakan masalah yang harus ditangani negara lain.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan bahwa tujuan utama operasi militer adalah menghancurkan kemampuan rudal dan drone Iran agar negara tersebut tidak dapat menggunakannya sebagai perlindungan untuk mengembangkan senjata nuklir. Ia menilai bahwa melemahkan kemampuan militer konvensional Iran merupakan langkah penting untuk mencegah Teheran membangun bom nuklir.
Meski pemerintah AS memberi sinyal de-eskalasi, kemungkinan peningkatan operasi militer masih terbuka, terutama karena pasukan Amerika terus berdatangan ke kawasan. Trump mengklaim militer AS telah menyerang lebih dari 11.000 target, namun Iran disebut masih memiliki material nuklir mendekati tingkat pembuatan bom di fasilitas Isfahan, yang kini sedang dipertimbangkan untuk direbut atau dihancurkan.
Trump juga disebut mempertimbangkan opsi menyerang Pulau Kharg, pusat ekspor minyak Iran di Teluk Persia, atau menguasai pulau-pulau lain untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik tekanan terhadap pengiriman minyak Timur Tengah.
Di sisi lain, Trump masih membuka kemungkinan penyelesaian melalui negosiasi dengan Iran, meskipun ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak harus menunggu kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama sekitar satu bulan bersama Israel.
Namun sejumlah target besar yang sebelumnya disampaikan Trump, seperti perubahan pemerintahan Iran dan penghentian total program nuklir Iran, belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, perang juga memicu dampak lain seperti ketidakstabilan kawasan dan terganggunya jalur energi global akibat situasi di Selat Hormuz.
Marco Rubio menyebut ada empat tujuan utama operasi militer, yaitu menghancurkan angkatan udara Iran, menghancurkan angkatan laut Iran, melemahkan secara signifikan kemampuan peluncuran rudal Iran, serta menghancurkan fasilitas produksi militernya. Pernyataan ini dinilai sebagai target yang lebih realistis dibandingkan dengan tujuan sebelumnya yang lebih luas.
Rubio sesumbar bahwa target tersebut diyakini dapat dicapai dalam hitungan minggu, bukan bulan, sehingga membuka peluang bagi Trump untuk mengumumkan bahwa misi telah berhasil dan mengakhiri operasi militer Amerika Serikat di Iran dalam waktu dekat.












