Komandan IRGC Kecam Ancaman ‘Zaman Batu’ AS sebagai ‘Delusi Film Hollywood’

favicon progres.id
jenderal irgc seyyed mousavi
Komandan Angkatan Dirgantara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi (Sumber: TasnimNews)

PROGRES.ID – Seorang komandan tinggi militer Iran mengecam keras ancaman Amerika Serikat yang menyebut akan membombardir Iran hingga “kembali ke zaman batu”, dengan memperingatkan bahwa pernyataan tersebut justru membahayakan pasukan AS sendiri.

Brigadir Jenderal Majid Mousavi, Komandan Pasukan Dirgantara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menyampaikan kritik tersebut pada Kamis melalui pernyataan di media sosial.

“Justru kalian yang mengirim tentara kalian ke liang kubur, bukan Iran yang kalian ancam akan dikembalikan ke zaman batu,” tulis Mousavi.

Pernyataan itu merupakan respons langsung terhadap unggahan Menteri Perang AS, Pete Hegseth, yang sebelumnya menuliskan pesan bernada ancaman, “Back to the Stone Age.”

Ungkapan tersebut sejalan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dalam pidato selama sekitar 20 menit di Gedung Putih pada Rabu kembali mengulang ancaman serupa terhadap Iran.

Dalam pidato tersebut, Trump juga secara terbuka menyebut kemungkinan menargetkan infrastruktur sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan fasilitas minyak.

Menanggapi hal itu, Mousavi menyindir retorika tersebut dengan membandingkan usia peradaban Iran dengan Amerika Serikat.

“Delusi Hollywood telah meracuni pikiran kalian, sehingga dengan sejarah yang baru sekitar 250 tahun, kalian mengancam peradaban yang telah berusia lebih dari 6.000 tahun,” ujarnya.

donald trump muka melas
Donald J Trump (Foto: Axios)

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran.

Sejak itu, Iran merespons dengan hampir 90 gelombang serangan balasan dalam operasi yang diberi nama “True Promise 4”, yang melibatkan peluncuran ratusan rudal balistik, termasuk jenis hipersonik, serta serangan drone ke berbagai target strategis Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *