Pejabat Militer Iran Sebut Helikopter AS Kembali Cari Pilot, Bentrokan Dilaporkan Terjadi, Bukti Trump Membual!

favicon progres.id
puing black hawk
Puing-puing helikopter Black Hawk yang ditembak hancur oleh Iran (Foto: IRGC)

PROGRES.ID – Seorang pejabat militer senior Iran yang tidak disebutkan namanya mengklaim bahwa lima helikopter Amerika Serikat kembali memasuki wilayah barat daya Iran untuk mencari seorang pilot Amerika kedua yang dilaporkan masih hilang setelah pesawat tempur ditembak jatuh. Menurutnya, bentrokan antara pasukan khusus Iran dan pasukan Amerika disebut sedang berlangsung di wilayah tersebut.

Pejabat itu juga menyatakan bahwa kembalinya helikopter Amerika merupakan bukti bahwa klaim Presiden AS, Donald Trump, mengenai keberhasilan penyelamatan pilot kedua tidak sepenuhnya sesuai dengan situasi di lapangan.

Sebelumnya, Amerika Serikat mengumumkan telah menyelamatkan seorang pilot jet tempur yang jatuh di Iran dalam operasi yang disebut sebagai misi penyelamatan berani. Namun, media Iran melaporkan bahwa sedikitnya lima orang tewas dalam serangan selama operasi penyelamatan tersebut.

Jet tempur yang jatuh dilaporkan merupakan pesawat F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh di atas provinsi Khuzestan, wilayah yang dikenal sebagai pusat produksi minyak, gas, dan baja Iran. Dalam beberapa hari terakhir, wilayah tersebut dilaporkan mengalami pemboman hebat yang mengganggu produksi industri dan memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi yang lebih luas.

Laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa dua pesawat angkut militer Amerika mengalami kerusakan selama misi penyelamatan dan kemudian diperintahkan untuk dihancurkan agar tidak jatuh ke tangan militer Iran.

Pejabat Amerika Serikat sebelumnya menjelaskan bahwa operasi penyelamatan dilakukan dalam beberapa tahap untuk mengevakuasi dua awak Angkatan Udara yang jatuh setelah pesawat mereka ditembak. Presiden Trump bahkan menyatakan bahwa misi tersebut melibatkan puluhan pesawat militer dan dilakukan dengan apa yang ia sebut sebagai “dominasi udara yang luar biasa”.

Trump juga mengklaim bahwa operasi tersebut berhasil dilakukan tanpa korban dari pihak Amerika. Namun, klaim tersebut mulai dipertanyakan setelah beredarnya foto dan video yang disebut-sebut menunjukkan puing-puing pesawat penyelamat Amerika yang hancur dan terbakar di wilayah Iran.

Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai seluruh klaim dari kedua belah pihak. Namun, insiden jatuhnya jet tempur dan operasi penyelamatan di wilayah Iran ini menandai meningkatnya eskalasi konflik yang berisiko meluas, terutama karena melibatkan operasi militer langsung di wilayah yang memiliki peran penting dalam sektor energi Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *