Delegasi Iran Dijadwalkan Tiba di Islamabad untuk Bahas Proposal 10 Poin

favicon progres.id
perdana menteri pakistan
Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Delegasi Iran dijadwalkan tiba di Islamabad pada Kamis malam untuk memulai pembahasan terkait proposal 10 poin yang diajukan Teheran sebagai dasar penyelesaian konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Duta Besar Iran untuk Pakistan, Reza Amiri Moghadam, menyampaikan bahwa rombongan tersebut akan datang atas undangan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Dalam pernyataannya, Moghadam mengakui adanya keraguan di kalangan publik Iran akibat pelanggaran gencatan senjata yang berulang oleh Israel. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu upaya diplomatik yang sedang berlangsung. Meski demikian, Iran tetap melanjutkan rencana perundingan yang disebut akan berlangsung secara serius dengan berlandaskan proposal 10 poin.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya dipicu oleh operasi militer besar yang dilancarkan kedua pihak pada 28 Februari, menyusul terbunuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap target militer Amerika dan Israel di kawasan Asia Barat. Serangan balasan tersebut dinilai menunjukkan kapasitas militer Iran yang signifikan, sekaligus menimbulkan kerusakan pada aset militer kedua pihak.

Di tengah eskalasi tersebut, mediasi Pakistan berhasil mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan. Periode ini dimanfaatkan untuk membuka jalur negosiasi di Islamabad.

Proposal 10 poin yang diajukan Iran mencakup sejumlah tuntutan utama, antara lain penarikan pasukan AS dari kawasan, pencabutan sanksi, serta pengakuan atas kendali Iran di Selat Hormuz.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya menyatakan bahwa perkembangan terbaru mencerminkan keberhasilan strategis Teheran dalam memaksa pihak lawan menerima kerangka negosiasi yang diajukan.

Namun demikian, Iran menegaskan bahwa proses perundingan ini tidak serta-merta mengakhiri konflik, melainkan menjadi bagian dari kelanjutan strategi melalui jalur diplomasi, dengan tetap mempertahankan sikap waspada terhadap Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *