Media Israel Sebut Sesumbar Netanyahu Harus Dipertanyakan, Terkejut Ada Gencatan Senjata

favicon progres.id
setanyahu
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (Foto: TasnimNews)

PROGRES.ID – Media Israel mulai menyoroti tanda tanya besar atas hasil perang terbaru dengan Iran, menyusul tercapainya gencatan senjata yang dilakukan Amerika Serikat-Iran dengan mediasi Pakistan. Sorotan tajam datang dari kolumnis senior Yedioth Ahronoth, Sima Kadmon, yang menilai terlalu dini untuk menyebut operasi militer itu sebagai keberhasilan.

Dalam tulisannya, Kadmon menegaskan bahwa efektivitas perang tidak bisa diukur hanya dari klaim kemenangan di awal. Menurutnya, butuh waktu untuk benar-benar mengetahui apakah Israel memperoleh keuntungan strategis, atau justru kembali menghadapi ancaman yang sama di masa depan.

Ia mengingatkan pengalaman konflik-konflik sebelumnya yang dinilai penuh klaim berlebihan. Kadmon mencontohkan perang sebelumnya dengan Iran, di mana menurutnya publik baru mengetahui beberapa bulan kemudian bahwa klaim keberhasilan yang disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak sepenuhnya sesuai kenyataan.

Hal serupa, lanjutnya, juga terjadi dalam konfrontasi dengan Hizbullah. Meski sempat diklaim telah dilemahkan, kelompok itu disebut tetap bertahan, masih memiliki kemampuan menyerang, dan terus menjadi ancaman serius bagi Israel.

Kadmon juga menyinggung perang melawan Hamas di Jalur Gaza. Ia menilai Hamas tidak hanya tetap bertahan, tetapi justru semakin menguat ketika perhatian Israel terpecah di front lain.

Kritik terhadap pemerintah Israel semakin menguat setelah kabar tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu pagi pukul 07.00 waktu setempat. Menurut Kadmon, kabar tersebut memicu rasa kecewa mendalam di tengah masyarakat Israel.

Ia menyebut kekecewaan itu bukan hanya datang dari kelompok oposisi, tetapi juga merambah kalangan pendukung Netanyahu yang selama ini mendukung penuh keputusan perang. Kini, mereka dinilai menghadapi kesulitan untuk menjelaskan alasan penghentian perang lebih cepat dari yang diperkirakan.

Kadmon menilai pemerintah akan menghadapi tantangan besar untuk membuktikan hasil nyata dari operasi militer tersebut. Sebab, jurang antara janji kemenangan yang disampaikan kepada publik dan hasil yang dirasakan di lapangan dinilai semakin sulit dijelaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *