Tegang! IRGC Ultimatum Kapal Militer: Nekat Masuk Selat Hormuz, Siap Hadapi Serangan Keras

favicon progres.id
tentara angkatan laut Iran
Tentara Angkatan Laut IRGC terlihat membidik sebuah kapal yang akan melalui Selat Hormuz (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada kapal-kapal militer asing terkait upaya melintasi Selat Hormuz. Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa setiap percobaan memasuki jalur tersebut akan direspons secara tegas dan tanpa kompromi.

Menukil PressTV, IRGC menyatakan bahwa mereka memiliki kendali penuh dan terintegrasi atas selat strategis tersebut, yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Dalam aturan yang diberlakukan, hanya kapal nonmiliter yang diperbolehkan melintas, itu pun dengan persyaratan tertentu.

Pihaknya juga membantah laporan yang menyebut adanya kapal perang Amerika Serikat yang berhasil melewati Selat Hormuz. IRGC menegaskan bahwa jika ada upaya serupa, maka akan dihadapi dengan tindakan militer yang kuat.

Pengetatan kontrol ini dilakukan setelah Iran menutup akses Selat Hormuz bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh, menyusul serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global, dengan sekitar 20 persen pasokan gas alam cair dunia dan 25 persen distribusi minyak melalui laut melintasi kawasan tersebut setiap tahunnya. Penutupan jalur ini sempat mengguncang pasar energi global, termasuk di Amerika Serikat, yang mengalami lonjakan harga bahan bakar.

Di tengah situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan kesepakatan penghentian sementara serangan selama dua pekan terhadap Iran, sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

Sementara itu, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan komando operasional tertinggi Iran, menyatakan bahwa pengelolaan Selat Hormuz akan memasuki fase baru. Pernyataan itu merujuk pada arahan dari Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, menyusul perkembangan konflik terbaru di kawasan.

Ketegangan di Selat Hormuz diperkirakan masih akan terus menjadi sorotan utama, mengingat perannya yang krusial dalam stabilitas energi dan keamanan global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *