Diejek Habis! Jenderal Iran Sebut Ancaman Trump Tutup Selat Hormuz ‘Menggelikan’

favicon progres.id
Shahram irani
Laksamana Muda Shahram Irani, komandan Angkatan Laut Angkatan Darat Iran. (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Panglima Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, melontarkan kritik tajam terhadap ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berencana memblokade Selat Hormuz. Ia menyebut pernyataan tersebut sebagai sesuatu yang “sangat konyol dan menggelikan.”

Dalam pernyataan resminya, Irani menegaskan bahwa militer Iran terus memantau secara ketat setiap pergerakan armada militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Menurutnya, ancaman yang dilontarkan Washington muncul setelah kegagalan militer AS dalam konflik terbaru.

Sebelumnya, Trump mengumumkan telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Ia juga memperingatkan bahwa kapal yang membayar biaya transit kepada Iran dapat dihentikan di perairan internasional.

Langkah tersebut muncul tak lama setelah perundingan tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance menyebut keputusan kini berada di tangan Teheran untuk menerima tawaran terakhir Washington.

Namun, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, justru menilai pihak AS menunjukkan sikap “maksimalis” dan terus mengubah posisi negosiasi di saat kesepakatan hampir tercapai. Ia menegaskan bahwa Washington belum mengambil pelajaran dari konfrontasi sebelumnya.

Sejak konflik militer antara AS dan Israel dengan Iran pecah pada akhir Februari, Teheran telah memberlakukan pembatasan ketat di Selat Hormuz. Iran hanya mengizinkan kapal dari negara-negara yang dianggap bersahabat untuk melintas, sementara akses bagi kapal yang terkait dengan AS dan sekutunya dibatasi.

Selain itu, parlemen Iran tengah mendorong aturan baru yang mencakup penerapan biaya transit dalam mata uang nasional serta larangan eksplisit bagi kapal AS dan Israel.

Di sisi militer, Iran juga telah meluncurkan ratusan rudal balistik, hipersonik, dan drone ke berbagai target militer Amerika di kawasan Asia Barat serta posisi Israel. Pihak AS sendiri mengakui adanya korban dan kerugian signifikan akibat serangan tersebut.

Iran menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz tidak dapat didikte oleh pihak luar, dan setiap upaya intervensi akan dihadapi dengan respons tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *