AS Mulai Ditinggal? Spanyol Diam-Diam Perkuat Hubungan dengan China

favicon progres.id
perdana menteri spanyol pedro sanchez
Perdana Menteri Pedro Sanchez (Sumber: PressTV)

PROGRES.ID – Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, memulai kunjungan resmi selama tiga hari ke China pada Senin (13/4/2026), di tengah memanasnya hubungan dengan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Kunjungan ini menjadi yang keempat bagi Sanchez dalam empat tahun terakhir, menegaskan upaya Madrid untuk memposisikan diri sebagai penghubung strategis antara China dan Uni Eropa. Langkah ini juga mencerminkan pergeseran diplomasi Spanyol di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.

Menurut sumber pemerintah, agenda utama kunjungan tersebut adalah memperluas akses pasar bagi produk Spanyol, terutama di sektor pertanian dan industri, sekaligus menjajaki peluang kerja sama teknologi dengan perusahaan-perusahaan China. Sanchez juga berupaya menarik investasi baru guna memperkuat perekonomian Spanyol yang merupakan terbesar keempat di zona euro.

Dalam rangkaian kunjungan, ia dijadwalkan mengunjungi kantor pusat Xiaomi serta menghadiri pameran teknologi di Akademi Ilmu Pengetahuan China. Selain itu, Sanchez akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang untuk membahas penguatan hubungan bilateral.

Kunjungan ini berlangsung di tengah ketegangan dengan Washington. Sebelumnya, Trump mengancam akan membatasi hubungan dagang dengan Spanyol setelah Madrid menolak penggunaan pangkalan militernya untuk operasi militer AS terhadap Iran.

Di sisi lain, hubungan ekonomi Spanyol-China menunjukkan tren meningkat, meski masih diwarnai defisit perdagangan. Data terbaru mencatat Spanyol mengalami defisit hingga 42,3 miliar euro terhadap China, dengan impor dari Beijing jauh melampaui ekspor.

Meski demikian, ekspor Spanyol ke China tercatat tumbuh 6,8 persen pada 2025. Pemerintah Spanyol mengaitkan peningkatan ini dengan hubungan bilateral yang semakin erat, termasuk kesepakatan sebelumnya yang membuka akses lebih luas bagi produk seperti daging babi dan ceri.

Pengamat dari Universitas Teknik Madrid, Claudio Feijoo, menilai China melihat Spanyol sebagai mitra yang relatif bersahabat dan tidak terlalu konfrontatif dibandingkan dengan negara Eropa lainnya. Posisi ini dinilai memberi keuntungan tersendiri bagi Madrid dalam menarik investasi dan memperluas pasar.

Pemerintah China sendiri menyebut Spanyol sebagai mitra penting di kawasan Eropa. Kedekatan hubungan kedua negara juga terlihat dari kunjungan kenegaraan Raja Felipe VI dan Ratu Letizia ke China pada November lalu—kunjungan pertama dalam hampir dua dekade.

Kunjungan Sanchez kali ini dipandang sebagai langkah lanjutan untuk memperdalam kerja sama strategis, sekaligus menandai perubahan arah diplomasi Spanyol di tengah persaingan global yang kian tajam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *