PROGRES.ID, TEHERAN – Iran resmi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz bagi kapal-kapal komersial, menyusul berlakunya gencatan senjata di Lebanon. Langkah ini disebut sebagai bagian dari hasil kombinasi strategi militer dan diplomasi Teheran di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang memastikan aktivitas pelayaran akan kembali berjalan normal dengan pengawasan otoritas Iran.
Ia menyatakan bahwa seluruh kapal dagang kini diizinkan melintas selama periode gencatan senjata, melalui jalur yang telah ditetapkan oleh otoritas pelabuhan dan maritim Iran.
Sebelumnya, Iran membatasi akses ke Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang dianggap terkait dengan pihak lawan. Kebijakan itu diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga keamanan jalur vital tersebut selama konflik yang berlangsung sejak 28 Februari.
Selama sekitar 40 hari konflik, Iran mengklaim telah melancarkan puluhan gelombang serangan balasan terhadap target strategis milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
Keputusan membuka kembali jalur pelayaran ini juga datang setelah perkembangan diplomatik yang signifikan. Pada 8 April, Amerika Serikat dilaporkan menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar menuju gencatan senjata permanen. Salah satu poin utama dalam proposal tersebut adalah penghentian serangan di seluruh front, termasuk Lebanon.
Meski sempat menyetujui rencana tersebut, Washington disebut menarik dukungan setelah tekanan dari Israel. Pada hari yang sama, serangan besar dilaporkan terjadi di Lebanon dan menimbulkan ratusan korban jiwa.
Teheran kemudian mengambil sikap tegas dengan mengancam menarik diri dari perundingan di Islamabad jika serangan tidak dihentikan. Langkah itu dilaporkan mendorong Amerika Serikat untuk menekan Israel agar mematuhi kesepakatan.
Akhirnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata secara terbuka dari Gedung Putih. Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada tengah malam dan masih dalam kondisi rentan.
Sementara itu, delegasi tingkat tinggi dari Pakistan diketahui telah bertemu pejabat Iran guna menyampaikan pesan dari Washington, di tengah upaya menjajaki putaran kedua perundingan antara kedua negara.
Putaran pertama dialog yang digelar sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan konkret, terutama akibat perbedaan tuntutan dari pihak Amerika Serikat. Hingga kini, waktu dan lokasi lanjutan perundingan masih belum diumumkan secara resmi.












