PROGRES.ID – Seorang mantan pejabat intelijen militer Israel menilai Iran saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat, termasuk ancaman yang berulang kali disampaikan Presiden AS.
Dani Citrinovitch, yang pernah memimpin divisi Iran di intelijen militer Israel, menyatakan bahwa Teheran tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap pernyataan keras dari Donald Trump. Menurutnya, Iran justru memiliki kendali lebih besar dalam dinamika yang sedang berlangsung.
Ia menjelaskan bahwa proses negosiasi antara Iran dan AS saat ini dinilai berjalan dalam kerangka yang telah ditentukan oleh Teheran, termasuk mengacu pada sejumlah poin yang diajukan sebelumnya oleh pihak Iran.
Selain itu, Citrinovitch menyoroti faktor domestik sebagai salah satu kekuatan utama Iran. Ia menyebut solidaritas dan persatuan di dalam negeri telah berkontribusi pada peningkatan kapasitas negara tersebut, baik dari sisi politik maupun strategi.
Lebih lanjut, ia menilai posisi Amerika Serikat kini berada dalam situasi yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Washington disebut tengah berunding dengan pihak yang sebelumnya berupaya ditekan atau bahkan digulingkan, namun kini memiliki daya tawar yang lebih besar.
Citrinovitch juga menambahkan bahwa jalur diplomasi saat ini menjadi lebih kompleks, seiring perubahan keseimbangan kekuatan dan dinamika politik yang berkembang di kawasan.












