PROGRES.ID – Senator independen Amerika Serikat, Bernie Sanders, memperingatkan bahwa biaya perang yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap Iran berpotensi melampaui 1 triliun dolar AS. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan klaim Pentagon yang menyebut pengeluaran baru mencapai 25 miliar dolar AS.
Pernyataan tersebut disampaikan Sanders pada Rabu, dengan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump. Ia menilai pemerintah telah menggelontorkan dana publik dalam jumlah besar untuk konflik yang dianggap tidak memiliki arah jelas, alih-alih mengalokasikannya untuk kebutuhan dalam negeri seperti perumahan dan pendidikan.
Melalui unggahannya di platform X, Sanders membandingkan biaya perang sebelumnya dengan proyeksi konflik saat ini. Ia menyebut perang di Irak menelan biaya sekitar 2,1 triliun dolar AS, sementara perang di Afghanistan mencapai 2,3 triliun dolar AS. “Perkiraan biaya perang di Iran mencapai 1 triliun dolar AS. Selalu ada dana untuk perang, tetapi tidak pernah cukup untuk kebutuhan rakyat,” tulisnya.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap estimasi biaya perang dari Pentagon. Seorang pejabat tinggi sebelumnya menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa total biaya konflik baru mencapai 25 miliar dolar AS.
Namun, angka tersebut dinilai belum mencerminkan keseluruhan beban yang harus ditanggung. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa perhitungan tersebut belum memasukkan kerusakan luas pada pangkalan militer AS di kawasan.
Mengutip sumber internal, media CNN melaporkan bahwa jika biaya rekonstruksi dan penggantian aset militer dimasukkan, total pengeluaran bisa mencapai 40 hingga 50 miliar dolar AS.
Senator lain, Elizabeth Warren, juga menyuarakan kritik serupa. Ia mengecam perang yang disebutnya dilancarkan tanpa strategi yang jelas oleh presiden AS, serta mendesak adanya langkah bipartisan di Kongres untuk menghentikan konflik tersebut.
“Biaya mencapai satu miliar dolar per hari, dengan ribuan korban jiwa, dalam perang tanpa strategi dan tanpa rencana keluar,” ujar Warren.
Keraguan terhadap angka yang disampaikan Pentagon juga disuarakan oleh anggota DPR AS, Ro Khanna, yang menyebut estimasi tersebut “tidak akurat”.
Sebelumnya, laporan awal menunjukkan bahwa dalam enam hari pertama saja, biaya perang telah mencapai sekitar 11 miliar dolar AS. Sementara itu, Pentagon dilaporkan mengajukan tambahan anggaran lebih dari 200 miliar dolar AS kepada Gedung Putih untuk melanjutkan operasi militer yang kini meluas menjadi konflik regional.
Sebagai respons terhadap serangan besar-besaran yang diluncurkan AS bersama Israel sejak 28 Februari, militer Iran melakukan serangan balasan dalam lebih dari 100 gelombang operasi bertajuk “True Promise 4”. Dalam operasi tersebut, ratusan rudal balistik, hipersonik, serta drone diluncurkan ke berbagai target strategis milik AS dan Israel di kawasan.












