PROGRES.ID – Iran resmi memulai proses rekonstruksi Jembatan B1 di Kota Karaj, wilayah barat Tehran, setelah infrastruktur tersebut mengalami kerusakan parah akibat serangan udara dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Direktur Utama Perusahaan Pengembangan Konstruksi dan Transportasi Iran, Hooshang Bazvand, mengatakan tahap awal pembangunan kembali difokuskan pada pembersihan puing-puing dan material runtuhan di area jembatan.
Menurut Bazvand, proses awal tersebut diperkirakan selesai dalam waktu satu pekan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh proyek rekonstruksi akan dikerjakan oleh kontraktor lokal Iran.
Pemerintah Iran menargetkan pembangunan penuh Jembatan B1 rampung dalam waktu kurang dari satu tahun.
Jembatan B1 sendiri dikenal sebagai salah satu proyek teknik terbesar di Iran. Struktur itu memiliki tinggi mencapai 136 meter dengan panjang sekitar 1.050 meter yang membentang di atas Sungai Bilaqan di Karaj.
Sebelumnya, serangan udara gabungan AS dan Israel dilaporkan menghantam jembatan tersebut sebanyak tiga kali pada 2 April. Serangan itu menyebabkan kerusakan struktural serius, menewaskan 13 orang serta melukai lebih dari 150 orang lainnya.
Padahal, jembatan tersebut semula dijadwalkan mulai beroperasi pada awal tahun ini.
Serangan terhadap infrastruktur sipil itu memicu kecaman luas dari pejabat Iran. Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan disebut secara terbuka mengakui operasi tersebut melalui unggahan di media sosial.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil, termasuk jembatan yang belum selesai dibangun, tidak akan melemahkan tekad Republik Islam Iran.
Ia menyebut aksi militer tersebut sebagai bukti kegagalan moral sekaligus tanda keputusasaan pihak yang melakukan agresi.












