Rusia Tolak Resolusi Anti-Iran di DK PBB, Sebut AS Memperkeruh Krisis Timur Tengah

favicon progres.id
rusia iran
Pertemuan pejabat Iran dan Rusia (Foto: PressTV)

PROGRES.ID – Rusia menolak keras rancangan resolusi anti-Iran yang didorong Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB terkait situasi keamanan maritim di kawasan Teluk Persia.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menilai proposal yang diajukan Washington hanya memperburuk ketegangan dan tidak menyentuh akar persoalan konflik di kawasan Asia Barat.

Pernyataan itu disampaikan Nebenzya dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Kamis malam yang membahas keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Menurutnya, Rusia tidak akan mendukung dokumen apa pun yang hanya menyudutkan Iran tanpa membahas faktor utama penyebab krisis, termasuk aksi militer dan kebijakan agresif Amerika Serikat serta Israel di kawasan.

Nebenzya menegaskan Moskow menolak narasi sepihak terhadap Iran dan memperingatkan bahwa resolusi yang bias justru berpotensi memicu gelombang ketegangan baru di Timur Tengah.

Ia juga menilai keamanan jalur pelayaran di Teluk Persia tidak dapat diwujudkan melalui tekanan politik ataupun kecaman sepihak terhadap Tehran.

Menurut Rusia, stabilitas kawasan hanya bisa dicapai dengan menghentikan konflik yang sedang berlangsung dan mengakhiri operasi militer yang memperbesar eskalasi.

Moskow juga meminta seluruh anggota Dewan Keamanan PBB untuk menghindari langkah-langkah yang dapat memperuncing situasi, termasuk pengajuan resolusi yang bersifat konfrontatif.

Sikap Rusia tersebut sejalan dengan posisi China yang sebelumnya juga menolak sejumlah rancangan resolusi terkait Iran yang didukung Washington dan Bahrain.

Rusia dan China bahkan sempat menggunakan hak veto terhadap draf resolusi serupa awal tahun ini karena dianggap memberikan legitimasi terhadap tindakan agresif terhadap Iran.

Sementara itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya di Teluk Persia merupakan respons atas ancaman dan agresi asing, sekaligus upaya menjaga kedaulatan nasional serta keamanan jalur energi internasional.

Tehran juga menuding provokasi yang dipimpin AS, termasuk tekanan militer dan upaya internasionalisasi konflik, justru memperbesar ancaman terhadap perdamaian kawasan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Rusia kembali menyerukan penyelesaian melalui dialog, deeskalasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional sebagai jalan untuk menjaga stabilitas Asia Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *