Tak Bahas Iran, Xi Jinping Peringatkan Trump soal Taiwan: Bisa Picu Bentrokan hingga Konflik

favicon progres.id
trump meet xi jinping
Pertemuan Presiden RRT Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump (Foto: BBC News)

PROGRES.ID – Presiden China, Xi Jinping, memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa isu Taiwan berpotensi memicu bentrokan bahkan konflik terbuka apabila tidak ditangani secara hati-hati.

Pernyataan itu disampaikan Xi saat pertemuan bilateral tingkat tinggi antara China dan Amerika Serikat dimulai di Beijing pada Kamis. Media pemerintah China melaporkan, Xi menegaskan bahwa persoalan Taiwan merupakan isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara.

Menurut Xi, hubungan Beijing dan Washington bisa tetap stabil apabila masalah Taiwan dikelola dengan baik. Namun, jika salah langkah, situasi dapat membawa kedua negara ke kondisi yang berbahaya.

“Masalah Taiwan adalah isu paling penting dalam hubungan China-AS. Jika salah ditangani, kedua negara bisa berbenturan atau bahkan masuk ke dalam konflik,” ujar Xi seperti dikutip media pemerintah China.

China selama ini mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menegaskan pulau tersebut harus kembali berada di bawah kendali Beijing. Sementara itu, Amerika Serikat mengakui kebijakan “Satu China”, namun tetap memiliki kewajiban hukum untuk membantu pertahanan Taiwan, termasuk melalui penjualan senjata.

Menukil Euronews.com, KTT yang berlangsung hingga 15 Mei itu dipandang sebagai upaya kedua negara untuk menstabilkan hubungan yang sempat memanas akibat perang dagang, isu Taiwan, hingga konflik Iran.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis, mulai dari perdagangan, perang Iran, Taiwan, Ukraina hingga situasi di Semenanjung Korea.

Trump dalam sambutannya mengatakan hubungan China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik di masa depan. Ia juga menyebut merasa terhormat dapat bertemu langsung dengan Xi di Beijing.

“Hubungan China dan Amerika Serikat akan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” kata Trump.

Sementara Xi menekankan bahwa dua negara dengan kekuatan terbesar di dunia itu seharusnya menjadi mitra, bukan rival.

“Kerja sama menguntungkan kedua pihak, sedangkan konfrontasi hanya membawa kerugian,” ujar Xi.

Trump disambut langsung oleh Xi di Great Hall of the People dengan upacara kenegaraan lengkap. Band militer China memainkan lagu kebangsaan kedua negara, sementara pasukan kehormatan dan anak-anak pembawa bendera menyambut kedatangan delegasi AS.

Selain bertemu Xi, Trump juga didampingi sejumlah pejabat tinggi AS, termasuk Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Isu perdagangan menjadi salah satu agenda utama dalam pembicaraan. Trump disebut ingin mendorong peningkatan pembelian produk pertanian dan pesawat asal AS oleh China.

Selain itu, Trump juga berencana membahas Iran dengan Xi. China diketahui menjadi pembeli utama minyak Iran yang terkena sanksi AS. Washington berharap Beijing dapat membantu menekan Teheran agar mencapai kesepakatan baru dengan Amerika Serikat.

Di sisi lain, Xi diperkirakan kembali menyoroti keputusan Washington menjual senjata ke Taiwan. Pada Desember lalu, AS mengumumkan paket penjualan senjata bernilai lebih dari US$10 miliar kepada Taiwan, meski pengirimannya belum dilakukan.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama presiden AS ke Beijing sejak 2017, saat Trump terakhir kali datang bersama istrinya, Melania Trump.

Dalam kunjungan kenegaraan kali ini, Trump turut membawa sejumlah petinggi perusahaan besar AS, termasuk Elon Musk, Jensen Huang, serta Tim Cook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *