Hizbullah Gempur Tank dan Posisi Israel di Lebanon Selatan, 13 Serangan Dilancarkan dalam Sehari

favicon progres.id
pejuang Hizbullah
Pejuang Hizbullah (Foto: Hizbullah Electronic)

PROGRES.ID – Kelompok Hizbullah kembali mengklaim melancarkan serangkaian serangan terhadap pasukan dan kendaraan militer Israel di Lebanon selatan pada Kamis, 14 Mei 2026. Sedikitnya 13 operasi militer diumumkan kelompok tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel.

Dalam pernyataannya, Hizbullah menyebut serangan dilakukan untuk membela Lebanon dan warga sipil yang menjadi sasaran serangan Israel di desa-desa wilayah selatan.

Serangan dimulai sesaat setelah tengah malam ketika Hizbullah mengklaim berhasil menghantam tank Merkava Israel di Tal Nahas, dekat Kfarkela, menggunakan rudal berpemandu. Kelompok itu menyatakan tank tersebut terbakar setelah terkena serangan langsung.

Hanya beberapa menit kemudian, rentetan roket ditembakkan ke arah pasukan Israel yang bergerak dari al-Bayyadah menuju Naqoura. Serangan lain juga diarahkan ke pasukan Israel yang disebut bersembunyi di dalam sebuah rumah di Deir Seryan menggunakan kombinasi artileri dan roket.

Pada pukul 02.00 waktu setempat, Hizbullah kembali mengklaim menghancurkan tank Merkava lain yang sedang bergerak di al-Bayyadah dengan rudal berpemandu.

Kelompok tersebut juga melaporkan serangan artileri dan roket terhadap konsentrasi kendaraan serta tentara Israel di wilayah yang sama.

Memasuki siang hari, Hizbullah meningkatkan penggunaan drone kamikaze untuk menyerang sejumlah target militer Israel. Salah satunya diarahkan ke posisi tentara Israel di sekitar aliran Sungai Deir Seryan, sementara serangan lain menyasar pasukan Israel di situs Ras al-Naqoura.

Sebuah drone juga dilaporkan menyerang tank Merkava di pusat kota Taybeh. Selain itu, Hizbullah mengklaim berhasil menghantam posisi artileri Israel di Adaisseh menggunakan drone serang.

Serangan berlanjut pada sore hari dengan penembakan artileri ke posisi militer Israel di situs Blat dan Rashaf. Pada pukul 15.10, Hizbullah menyebut sebuah kendaraan Humvee milik Israel di Tayr Harfa berhasil dihantam drone dengan “serangan langsung”.

Menjelang petang, kelompok itu kembali meluncurkan drone kamikaze ke peralatan teknis militer Israel di situs Blat yang baru dibangun di Lebanon selatan.

Dalam pernyataan penutupnya, Hizbullah menegaskan pihaknya akan terus melakukan perlawanan demi mempertahankan wilayah Lebanon dan mencegah Israel memperluas operasi militernya.

Kelompok tersebut menyebut aksi militer yang dilakukan merupakan bagian dari upaya menghadang apa yang mereka klaim sebagai agresi Israel terhadap Lebanon, rakyatnya, dan kelompok perlawanan di kawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *