Hizbullah Klaim Lancarkan 17 Serangan ke Pasukan Israel di Lebanon Selatan dalam Sehari

favicon progres.id
tentara israel lari
Ilustrasi sebuah momen tentara israel menggendong rekannya yang terluka saat perang melawan Hizbullah (Dok. Telegram Hizbullah)

PROGRES.ID – Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, mengklaim telah melancarkan sedikitnya 17 operasi militer terhadap pasukan Israel di wilayah Lebanon selatan pada Rabu, 13 Mei 2026. Serangkaian serangan itu disebut sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata dan serangan Israel terhadap warga sipil.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menegaskan operasi tersebut dilakukan untuk membela Lebanon dan rakyatnya setelah militer Israel disebut terus menyerang desa-desa di Lebanon selatan serta menghancurkan rumah warga.

Sejak dini hari, kelompok itu melaporkan berbagai serangan menggunakan roket, drone kamikaze, hingga ranjau peledak terhadap posisi dan kendaraan militer Israel.

Salah satu serangan pertama terjadi pukul 02.00 waktu setempat dengan menargetkan kumpulan tentara Israel di antara kawasan Wadi al-Uyun dan kota Sarbin menggunakan rentetan roket.

Beberapa jam kemudian, Hizbullah mengklaim berhasil menghantam kendaraan lapis baja milik Israel di Wadi al-Uyun dengan rudal berpemandu. Drone serang juga dilaporkan digunakan untuk menyerang buldoser militer D9 dan kendaraan tempur Israel di sejumlah titik, termasuk di Deir Seryan dan Rashaf.

Ketegangan meningkat di kota Bint Jbeil setelah Hizbullah mengaku melancarkan beberapa serangan terhadap konsentrasi pasukan dan kendaraan Israel di sekitar Kompleks Mousa Abbas. Serangan dilakukan menggunakan drone bunuh diri dan roket.

Kelompok itu juga mengklaim berhasil menghancurkan kendaraan pengangkut personel serta tank Merkava Israel di Ainata dan Houla.

Pada sore hari, Hizbullah menyebut para pejuangnya menyergap pasukan Israel yang mencoba bergerak dari Rashaf menuju Haddatha. Dalam operasi itu, bahan peledak diledakkan ke arah pasukan yang maju sebelum terjadi baku tembak menggunakan senjata ringan, menengah, dan roket.

Dalam pernyataan lanjutan, Hizbullah mengatakan pasukan Israel kembali mencoba bergerak dengan dukungan kendaraan lapis baja Nimera dan buldoser D9. Kelompok tersebut mengklaim berhasil meledakkan salah satu kendaraan sebelum pesawat tempur dan drone Israel turun tangan untuk mengevakuasi kendaraan yang rusak.

Hizbullah juga menuduh Israel mengirim kendaraan jebakan yang dikendalikan dari jarak jauh menuju pusat kota Haddatha. Namun, kendaraan itu disebut berhasil dilumpuhkan dengan tembakan roket langsung sebelum akhirnya diledakkan oleh pasukan Israel di pinggir jalan.

Hingga malam hari, serangan terus berlanjut dengan penggunaan drone kamikaze terhadap kendaraan militer Israel di wilayah Iskandaronah serta penembakan artileri ke posisi tentara Israel di al-Bayyadah.

Dalam penutup pernyataannya, Hizbullah menegaskan bahwa pihaknya akan terus mempertahankan wilayah Lebanon dan rakyatnya dari apa yang disebut sebagai agresi Israel yang semakin meluas.

Kelompok tersebut menyatakan operasi militer yang dilakukan merupakan “bagian minimal dari kewajiban” untuk mencegah Israel memperluas serangan yang dianggap mengancam Lebanon, baik negara, rakyat, maupun kelompok perlawanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *