Survei Global Sebut Israel Jadi Negara Paling Dibenci di Dunia, Breaking Points Soroti Dampaknya bagi AS

favicon progres.id
donald trump dan netanyahu
Presiden AS Donald J Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington DC (Foto: CNBC)

PROGRES.ID – Kanal YouTube “Breaking Points” menyoroti hasil survei global terbaru yang menempatkan Israel sebagai negara dengan citra paling negatif di dunia.

Dalam pembahasan tersebut, pembawa acara Breaking Points, Krystal dan Saagar menyebut posisi Israel bahkan berada di bawah Korea Utara, Afghanistan, serta Iran dalam indeks persepsi global.

Mereka menilai persepsi negatif terhadap Israel dipengaruhi oleh operasi militer di Gaza, konflik kawasan Timur Tengah, hingga kebijakan luar negeri yang dianggap agresif terhadap negara-negara tetangga.

“Dunia menyaksikan langsung operasi militer Israel di Gaza melalui media sosial dan berbagai tayangan global,” ujar Krystal dalam tayangan tersebut.

Selain Israel, citra Amerika Serikat juga disebut mengalami penurunan signifikan dalam survei tersebut. Dalam pembahasan itu, host Breaking Points menyoroti bahwa banyak negara kini melihat pengaruh geopolitik China semakin kuat dibanding AS.

Mereka mengutip hasil jajak pendapat lain di AS yang menunjukkan mayoritas warga Amerika menilai China sebagai negara dengan pengaruh global yang terus meningkat. Israel disebut berada di posisi kedua dalam daftar negara yang dianggap semakin kuat secara geopolitik.

Krystal juga menyinggung perang Iran dan dampaknya terhadap persepsi internasional terhadap AS dan Israel. Menurut mereka, konflik tersebut memicu kekhawatiran di banyak negara mengenai stabilitas global dan penggunaan kekuatan militer secara sepihak.

Dalam diskusi itu, mereka menilai berbagai konflik internasional, mulai dari perang Irak hingga perang Iran dan Ukraina, telah memengaruhi cara dunia memandang kepemimpinan global Amerika Serikat.

Breaking Points juga membahas kontroversi ajang Eurovision Song Contest yang dikaitkan dengan Israel. Mereka menyoroti laporan media mengenai dugaan upaya memengaruhi hasil voting untuk peserta asal Israel dalam kompetisi tersebut.

Menurut mereka, kontroversi itu justru memperkuat persepsi negatif terhadap Israel di mata publik internasional. Sejumlah negara Eropa bahkan disebut mulai mempertimbangkan langkah untuk memboikot partisipasi Israel di Eurovision.

Selain isu geopolitik, Breaking Points turut membahas laporan kolumnis Nicholas Kristof terkait dugaan kekerasan terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.

Mereka menyoroti bantahan keras dari pejabat Israel dan kelompok pro-Israel terhadap laporan tersebut. Namun, pembawa acara menyebut The New York Times tetap mempertahankan laporan itu dan menegaskan proses verifikasi jurnalistik telah dilakukan secara ketat.

Dalam tayangan tersebut, Breaking Points menilai perdebatan mengenai Israel kini semakin terbuka di media internasional dan publik global, terutama setelah meningkatnya perhatian terhadap konflik Gaza dan ketegangan di Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *