PROGRES.ID – Sejumlah media Israel mulai mempertanyakan penjelasan resmi pemerintah terkait ledakan besar yang terjadi di fasilitas milik perusahaan Tomer di Beit Shemesh, wilayah barat al-Quds (Yerusalem) yang diduduki Israel.
Ledakan hebat dilaporkan terjadi pada Sabtu malam di kompleks perusahaan Tomer, produsen sistem rudal ofensif dan defensif untuk militer Israel. Lokasi fasilitas itu berada sekitar 30 kilometer dari al-Quds.
Usai insiden tersebut, otoritas Israel menyatakan ledakan itu merupakan bagian dari uji coba terencana dan berlangsung sesuai prosedur. Namun, sejumlah media lokal menilai penjelasan tersebut tidak sepenuhnya meyakinkan.
Stasiun televisi i24 misalnya, menyebut pihaknya meragukan klaim bahwa ledakan tersebut hanyalah pengujian rutin yang telah dijadwalkan sebelumnya.
“Kami meragukan narasi bahwa ledakan di Beit Shemesh adalah uji coba yang direncanakan, karena hingga kini tidak diketahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi di sana,” demikian laporan i24.
Keraguan serupa juga disampaikan jaringan penyiaran Kan. Media itu menyebut kecil kemungkinan ledakan sebesar itu merupakan ledakan terkendali.
“Tidak mungkin ledakan di Beit Shemesh hanyalah ledakan yang dikendalikan. Ada sesuatu yang sedang disembunyikan,” tulis Kan dalam laporannya.
Surat kabar Maariv turut menyoroti kejanggalan dalam penanganan informasi insiden tersebut. Menurut laporan Maariv, perusahaan persenjataan biasanya memberikan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum melakukan pengujian besar.
“Dalam kasus ledakan Beit Shemesh, ada kesan bahwa sesuatu sedang ditutupi dari publik,” tulis Maariv.
Hingga kini belum ada penjelasan lebih rinci dari pihak militer maupun perusahaan Tomer mengenai penyebab pasti ledakan tersebut.












