PROGRES.ID – Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah, mengklaim telah melancarkan sedikitnya 19 operasi militer terhadap target-target Israel dalam kurun 24 jam terakhir di wilayah perbatasan Lebanon dan kawasan front selatan.
Dalam pernyataan resminya pada Sabtu, Hizbullah menyebut serangan tersebut menyasar posisi militer, pasukan, hingga peralatan tempur milik tentara Israel melalui operasi yang disebut berlangsung secara intensif dan beruntun.
Kelompok itu mengatakan operasi dilakukan menggunakan berbagai metode, mulai dari serangan drone, tembakan artileri berat, hingga peledakan bahan peledak yang telah dipasang sebelumnya.
Hizbullah mengklaim para pejuangnya menggunakan drone bermuatan bahan peledak serta quadcopter ofensif untuk menyerang peralatan logistik militer Israel secara presisi.
Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah juga mengumumkan serangan terhadap markas komando militer Israel di wilayah al-Bayyad, Lebanon selatan, menggunakan dua drone tempur.
Selain itu, kelompok tersebut mengaku meledakkan alat peledak terhadap sebuah buldoser militer Israel yang bergerak dari wilayah Rashaf menuju Hadatha di Lebanon selatan.
Di sisi lain, militer Israel mengonfirmasi adanya serangan rudal yang diluncurkan Hizbullah ke sejumlah posisi militer mereka di kawasan selatan.
Rangkaian bentrokan terbaru itu terjadi ketika militer Israel terus melancarkan serangan udara ke Lebanon selatan meski perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari antara Beirut dan Tel Aviv masih berlaku.
Media resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan udara Israel menghantam sejumlah wilayah, termasuk al-Marwaniyah, Kawtharieh al-Sayyad, Qaaqaaiyet El Snoubar, Deir Qanoun Ras al-Ain, Ghassaniyah, Baisariyah, dan Tefahta.
Militer Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan fasilitas militer milik Hizbullah di Lebanon selatan. Namun, sumber lokal membantah klaim itu dan menyebut kawasan permukiman warga ikut terkena serangan.
Tentara Israel juga mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di sembilan desa di distrik Sidon dan Nabatieh. Warga diminta menjauh setidaknya sejauh 1.000 meter karena militer Israel mengaku akan mengambil tindakan keras terhadap Hizbullah di wilayah tersebut.
Menurut data otoritas Lebanon, sedikitnya 2.951 orang tewas dan lebih dari 8.800 lainnya terluka akibat serangan Israel ke Lebanon sejak awal Maret lalu.












