PROGRES.ID – Sejumlah perwira militer Israel yang bertugas di Lebanon selatan mengungkapkan frustrasi mereka terhadap situasi perang yang terus berlangsung. Dalam laporan surat kabar Ibrani Haaretz, para perwira mengaku moral pasukan mulai tertekan akibat meningkatnya jumlah korban dari serangan drone Lebanon.
Menurut laporan tersebut, terdapat suasana frustrasi di kalangan tentara Israel karena serangan drone yang terus dilakukan Hizbullah menyebabkan jumlah korban luka terus bertambah.
Para perwira juga mengeluhkan pembatasan operasi militer yang disebut diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap serangan ke Beirut dan wilayah Bekaa.

Mereka menyebut pembatasan itu membuat pasukan Israel melampiaskan kemarahan dengan meningkatkan serangan ke desa-desa di Lebanon selatan.
“Kami tidak memahami strategi para pemimpin kami, dan tugas utama kami sekarang hanyalah menghancurkan rumah-rumah,” ujar salah seorang perwira yang dikutip Haaretz.
Pernyataan tersebut menggambarkan meningkatnya tekanan di internal militer Israel di tengah operasi berkepanjangan di Lebanon dan intensitas serangan Hizbullah yang terus meningkat.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari militer Israel terkait laporan tersebut.












