PROGRES.ID – Militer Israel mengakui komandan Brigade Lapis Baja 401 mengalami luka serius setelah sebuah drone bermuatan peledak milik Hizbullah menghantam posisi pasukan Israel di Lebanon selatan.
Dalam insiden tersebut, seorang perwira tempur dan seorang tentara cadangan Israel juga dilaporkan mengalami luka-luka.
Media Israel Channel 12 melaporkan bahwa salah satu perwira yang terluka merupakan pejabat urusan sipil Divisi 162 dengan pangkat letnan kolonel cadangan.
Menurut laporan tersebut, Hizbullah meluncurkan drone kamikaze pada Rabu pagi (20/05/2026) ke arah pasukan Brigade 401 yang saat itu berada di dalam sebuah bangunan di Lebanon selatan.
Channel 12 mengakui drone tersebut berhasil menembus jaringan perlindungan anti-drone milik Israel sebelum akhirnya menghantam markas komandan Brigade 401.
Drone itu dilaporkan jatuh di antara sistem perlindungan anti-drone dan meledak di bagian depan bangunan, menyebabkan sejumlah tentara terkena serpihan ledakan.
Surat kabar Haaretz menyebut komandan Brigade 401 yang terluka baru menjabat setelah pendahulunya tewas dalam pertempuran di Jabalia, Jalur Gaza.
Media tersebut juga mengakui bahwa pertempuran terbaru di Lebanon menunjukkan meningkatnya ancaman dari drone peledak milik Hizbullah.
Berdasarkan laporan media Israel, komandan brigade itu berada di sebuah rumah di antara wilayah Dabil dan Hadatha ketika memimpin operasi ofensif.
Hizbullah disebut memantau pergerakan tersebut sebelum mengarahkan drone peledak yang bermanuver melewati sistem perlindungan dan meledak di dalam bangunan.
Analis militer surat kabar Maariv menyatakan Hizbullah kemungkinan berhasil melacak keberadaan komandan Brigade 401 saat ia mengunjungi satuan teknik tempur sebelum akhirnya diserang menggunakan drone.
Sementara situs berita Israel Walla melaporkan drone yang digunakan Hizbullah dioperasikan dari jarak sekitar 15 hingga 20 kilometer.
Channel 13 bahkan menyebut komandan Brigade 401 sebagai perwira Israel berpangkat tertinggi yang terluka di Lebanon selatan sejauh ini.
Di sisi lain, Hizbullah mengklaim pasukan Israel mundur dari wilayah Hadatha menuju Rashaf setelah bentrokan yang berlangsung selama beberapa hari.
Channel 14 Israel turut menyoroti kritik terhadap kesiapan militer Israel menghadapi ancaman drone. Media itu melaporkan komandan Brigade 401 harus menjalani operasi di bagian kepala akibat luka yang dideritanya dalam serangan tersebut.












