PROGRES.ID – Israel dilaporkan mulai melakukan langkah-langkah keamanan di sejumlah pusat perbelanjaan utama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan perang atau eskalasi besar di kawasan.
Dalam langkah yang disebut tidak biasa, otoritas Israel mulai menutup area lantai bawah tanah, termasuk level minus satu dan minus dua, di beberapa mal terbesar dan terpenting di negara itu.
Langkah tersebut dilaporkan diterapkan di sejumlah pusat perbelanjaan utama di Tel Aviv, Haifa, dan Jerusalem.
Sejumlah laporan menyebut penutupan dilakukan sebagai bagian dari persiapan keamanan menghadapi kemungkinan serangan rudal berskala luas atau konflik militer yang lebih besar.
Area bawah tanah di pusat-pusat perbelanjaan itu diduga akan difungsikan sebagai zona perlindungan atau tempat perlindungan darurat bagi warga sipil jika terjadi serangan.
Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan regional dan intensitas konflik yang melibatkan Israel di beberapa front dalam beberapa waktu terakhir.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Israel mengenai alasan detail penutupan area bawah tanah tersebut maupun durasi kebijakan itu akan diberlakukan.












