Owen Jones Soroti Kepanikan Pendukung Israel Usai Aktivis Flotilla Ditahan

favicon progres.id
owen jones
Owen Jones (Foto: Tangkapan layar Youtube Owen Jones)

PROGRES.ID – Jurnalis dan komentator politik Inggris Owen Jones melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah Israel dan para pendukungnya setelah penahanan aktivis kemanusiaan internasional oleh militer Israel di perairan internasional saat mencoba menyalurkan bantuan ke Gaza.

Dalam video opininya di YouTube, Jones menilai kemarahan yang muncul di kalangan pejabat dan pendukung Israel bukan karena dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga Palestina, melainkan karena kali ini korban yang mendapat perlakuan kasar adalah warga negara Barat.

“Bayangkan jika hal serupa dilakukan oleh Iran? Bagaimana reaksi Barat? Mereka akan mengecam sangat keras, tapi kali ini dilakukan dengan keji oleh israel,” ungkap Owen.

Peristiwa yang dimaksud berkaitan dengan penahanan peserta “Global Sumud Flotilla”, sebuah misi solidaritas internasional yang berupaya menembus blokade Israel terhadap Gaza dan mengirim bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Menurut Jones, para aktivis ditahan oleh militer Israel di perairan internasional sebelum dibawa ke Israel. Situasi itu memicu kontroversi setelah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis.

Dalam unggahan tersebut, Ben-Gvir menuliskan kalimat yang diterjemahkan sebagai “Beginilah kami menyambut pendukung terorisme”, disertai tulisan “Welcome to Israel” dalam bahasa Inggris.

Jones menggambarkan video tersebut sebagai tindakan yang “menjijikkan” dan mempertanyakan bagaimana reaksi dunia Barat jika tindakan serupa dilakukan negara lain seperti Iran terhadap warga Barat.

Ia juga menilai perlakuan terhadap aktivis internasional memunculkan perhatian luas karena melibatkan warga negara Barat, sementara dugaan pelanggaran terhadap warga Palestina selama ini tidak mendapatkan respons yang sama.

Kritik terhadap Ben-Gvir juga datang dari internal Israel. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar disebut mengecam unggahan tersebut karena dianggap merusak citra Israel di mata dunia internasional.

Namun Jones menilai Ben-Gvir justru mencerminkan wajah pemerintahan Israel saat ini, mengingat posisinya yang membawahi kepolisian, layanan penjara, dan aparat keamanan perbatasan Israel.

Menurut Jones, kekhawatiran utama pemerintah Israel dan para pendukungnya adalah kemungkinan meningkatnya tekanan internasional berupa embargo senjata, sanksi ekonomi, isolasi diplomatik, hingga tuntutan kejahatan perang.

Ia menyoroti semakin merosotnya dukungan publik Barat terhadap Israel, termasuk di Eropa dan Amerika Serikat, seiring meluasnya kritik atas operasi militer Israel di Gaza.

Reaksi keras juga datang dari sejumlah pemerintah Eropa. Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengecam perlakuan terhadap aktivis internasional dan meminta pembebasan segera warga Italia yang terlibat dalam misi tersebut.

Pemerintah Italia bahkan memanggil duta besar Israel untuk meminta klarifikasi resmi.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy disebut meminta penjelasan kepada Israel terkait perlakuan terhadap warga Inggris yang ikut dalam misi kemanusiaan itu.

Namun Jones mengkritik pemerintah Inggris karena tetap mempertahankan hubungan perdagangan dan kerja sama militer dengan Israel, termasuk pasokan komponen jet tempur F-35.

Di sisi lain, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengambil sikap lebih tegas dengan menyebut tindakan Ben-Gvir “tidak dapat diterima” dan mendorong sanksi Uni Eropa terhadap Israel.

Jones juga menyoroti bagaimana sebagian pendukung Israel lebih fokus pada dampak citra dan hubungan masyarakat dibanding substansi dugaan pelanggaran yang terjadi.

Ia mengutip sejumlah komentar dari aktivis dan tokoh pro-Israel yang menilai tindakan Ben-Gvir merusak reputasi Israel di dunia internasional.

Menurut Jones, hal itu menunjukkan adanya kepanikan di kalangan pendukung Israel terhadap meningkatnya tekanan global dan berubahnya opini publik internasional.

Dalam komentarnya, Jones juga mengkritik apa yang ia sebut sebagai standar ganda Barat terhadap warga Palestina. Ia menilai kehidupan warga Palestina tidak mendapatkan perhatian yang setara dibanding warga Barat.

Jones menutup videonya dengan menyerukan solidaritas terhadap para aktivis flotilla dan meminta publik internasional lebih memperhatikan kesaksian warga Palestina terkait kondisi di Gaza dan pusat-pusat penahanan Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *