PROGRES.ID – Kelompok Hizbullah mengklaim melancarkan sedikitnya 21 operasi militer terhadap target-target Israel di Lebanon selatan dan wilayah utara Israel sepanjang Minggu (31/5/2026). Serangan tersebut disebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel serta serangan terhadap warga sipil dan permukiman di Lebanon.
Dalam serangkaian pernyataan militernya, Hizbullah mengaku menargetkan berbagai aset militer Israel, mulai dari tank tempur, kendaraan lapis baja, posisi pasukan, hingga fasilitas pendukung militer menggunakan rudal berpemandu, roket, artileri, dan drone kamikaze.
Operasi pertama dilaporkan terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.20 waktu setempat dengan sasaran tank Merkava Israel di kawasan Al-Bayyadah, Lebanon selatan. Tiga puluh menit kemudian, kelompok tersebut mengaku kembali menyerang konsentrasi kendaraan dan pasukan Israel di lokasi yang sama menggunakan rentetan roket.
Serangan berlanjut hingga Minggu pagi. Hizbullah menyatakan sebuah drone serang menghantam area pendaratan helikopter militer di permukiman Shlomi, Israel utara. Selain itu, dua kendaraan lapis baja jenis Namera milik militer Israel di wilayah Dibl, Lebanon selatan, juga diklaim menjadi sasaran drone bunuh diri jenis Ababil.
Kelompok itu juga mengaku menembakkan roket ke sejumlah fasilitas yang disebut sebagai infrastruktur militer Israel di Nahariya, kawasan Kiryat di utara Haifa, serta Kota Safed.
Di berbagai titik perbatasan, Hizbullah menyatakan menyerang posisi tentara Israel di Metula, Hanita, Maroun al-Ras, Adaisseh, Qouzah, hingga sekitar Benteng Bersejarah Shakif di Lebanon selatan.
Fokus serangan pada sore hari disebut diarahkan ke wilayah sekitar Benteng Shakif. Hizbullah mengklaim berhasil menyerang kendaraan komando Humvee, dua kendaraan Humvee lainnya, kelompok tentara Israel, sebuah bangunan yang digunakan pasukan Israel, serta sistem radar pengacau drone milik militer Israel.
Serangan terakhir yang diumumkan terjadi pada pukul 18.15 waktu setempat. Hizbullah menyebut sebuah kendaraan militer Israel yang berada di dekat konsentrasi pasukan di kawasan Dabin, Lebanon selatan, terkena rudal berpemandu dengan “serangan tepat sasaran”.
Dalam pernyataannya, Hizbullah menegaskan operasi-operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempertahankan wilayah dan warga Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan.
Kelompok itu menuduh Israel terus melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata serta menyerang desa-desa di Lebanon selatan. Hizbullah menyatakan akan terus melakukan perlawanan untuk mencegah apa yang mereka sebut sebagai upaya Israel memperluas operasi militernya di Lebanon.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer Israel terkait klaim 21 serangan yang diumumkan Hizbullah tersebut.












