IRGC Klaim Iran Kini Lebih Kuat, Tegaskan AS Tak Pernah Kuasai Selat Hormuz

favicon progres.id
rudal sejjil
Rudal Sejjil (Foto: Tasnim News)

PROGRES.ID – Juru bicara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak pernah berhasil mengambil kendali atas Selat Hormuz meski telah mengerahkan kekuatan militer besar di darat, laut, dan udara.

Dalam pernyataan terbarunya, pejabat IRGC tersebut mengatakan Iran tetap mempertahankan kontrol penuh atas jalur pelayaran strategis itu sepanjang periode konflik dan gencatan senjata yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

“Amerika Serikat, meskipun menggunakan kemampuan militernya secara luas, tidak mampu merebut kendali Selat Hormuz dari Iran bahkan untuk beberapa menit,” ujarnya seperti dinukil dari Telegram.

IRGC juga mengeklaim bahwa periode gencatan senjata justru dimanfaatkan Iran untuk memperkuat kemampuan militernya di berbagai sektor.

Menurutnya, selama masa jeda pertempuran, militer Iran melakukan peningkatan kesiapan tempur, memperbaiki kerusakan yang terjadi selama konflik, serta memperkuat berbagai sistem operasional dan pertahanan.

Ia menyebut kondisi angkatan bersenjata Iran saat ini berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan sebelum gencatan senjata diberlakukan.

“Kapabilitas militer dan operasional kami mengalami peningkatan yang signifikan. Hari ini, angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi yang lebih siap dibanding sebelumnya,” katanya.

Juru bicara IRGC menambahkan bahwa peningkatan tersebut tidak hanya mencakup persenjataan ofensif, tetapi juga sistem pertahanan, termasuk jaringan pertahanan udara yang menjadi salah satu fokus utama penguatan militer Iran.

Menurutnya, kemampuan pertahanan negara itu tidak mengalami penurunan selama masa gencatan senjata, melainkan terus berkembang di berbagai bidang.

IRGC juga mengeluarkan peringatan bahwa jika konflik bersenjata kembali pecah, karakter pertempuran akan berbeda dari sebelumnya.

Pihaknya menilai kemungkinan konfrontasi di masa depan dapat melibatkan perubahan pola operasi, medan pertempuran, hingga penggunaan jenis persenjataan yang lebih beragam.

Meski demikian, IRGC menegaskan seluruh pasukannya telah berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat muncul.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah masih tingginya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meski upaya diplomasi serta gencatan senjata terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *