PROGRES.ID – Jurnalis senior Israel, Ben Caspit, melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah artikel yang dimuat harian Israel, Maariv.
Dalam tulisannya, Caspit mengingatkan kembali pidato Netanyahu saat masih menjabat sebagai pemimpin oposisi pada 2022. Ketika itu, Netanyahu menegaskan bahwa seorang perdana menteri Israel harus memiliki satu kemampuan utama, yakni keberanian untuk mengatakan “tidak” kepada Presiden Amerika Serikat jika kepentingan nasional menuntut hal tersebut.
“Seorang perdana menteri harus memiliki satu kemampuan. Hanya satu. Jika tidak memilikinya, maka tidak ada tempat baginya di sini. Ia harus mampu mengatakan satu kata kepada Presiden Amerika Serikat, yaitu tidak,” ujar Caspit yang mengutip pidato Netanyahu saat masih jadi pemimpin oposisi.
Namun, menurut Caspit, pernyataan tersebut justru berbalik menjadi kritik bagi Netanyahu sendiri. Ia menilai pemimpin Israel itu gagal menunjukkan kemampuan yang pernah diklaimnya sebagai syarat utama seorang kepala pemerintahan.
Caspit menuduh Netanyahu tidak mampu mengidentifikasi ancaman yang dihadapi Israel sejak dini, gagal meraih kemenangan yang jelas dalam berbagai konflik, serta tidak mampu menghentikan polarisasi politik yang semakin memperdalam perpecahan di dalam negeri.
“Baiklah, Tuan Netanyahu, ternyata Anda tidak memiliki kemampuan itu,” tulis Caspit. Ia juga menuding Netanyahu lebih banyak mengandalkan pidato, pernyataan politik, serta janji-janji yang dinilai tidak sejalan dengan realitas di lapangan.
Kolumnis tersebut menyebut selama puluhan tahun Netanyahu terus mendominasi panggung politik Israel dengan retorika yang kuat, tetapi dinilai belum mampu menjawab berbagai tantangan strategis yang dihadapi negara itu.
Kritik terbuka dari Caspit menambah daftar suara-suara di Israel yang mempertanyakan kepemimpinan Netanyahu, terutama di tengah situasi keamanan dan politik yang terus menjadi sorotan publik dalam beberapa tahun terakhir.












