PROGRES.ID, TEHERAN – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya akan tetap berdiri teguh menghadapi segala bentuk tekanan maupun ancaman yang ditujukan kepada Republik Islam Iran.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian menyoroti ancaman terhadap infrastruktur vital sebagai tindakan yang tidak mencerminkan kekuatan. Menurutnya, infrastruktur penting merupakan urat nadi kehidupan masyarakat sehingga ancaman untuk menyerangnya justru menunjukkan ketidakmampuan dan kebingungan pihak yang melontarkan ancaman tersebut.
“Infrastruktur vital adalah urat nadi kehidupan rakyat. Ancaman untuk menargetkannya bukanlah unjuk kekuatan, melainkan indikator ketidakmampuan dan kebingungan,” kata Pezeshkian.
Presiden Iran itu juga menegaskan bahwa Teheran tidak akan tunduk terhadap tekanan dari pihak mana pun. Ia menyatakan Iran akan merespons dengan sikap tegas terhadap setiap ancaman yang mengganggu kedaulatan dan kepentingan nasional negara tersebut.
Selain itu, Pezeshkian menekankan bahwa ketahanan Iran bertumpu pada kemampuan para ahli dalam negeri, persatuan nasional, serta solidaritas masyarakat. Menurutnya, faktor-faktor tersebut akan menjadi modal utama bagi Iran untuk tetap bertahan menghadapi berbagai tantangan eksternal.
“Iran, dengan mengandalkan pengetahuan dan kemampuan para spesialis, persatuan nasional, dan solidaritas, akan tetap teguh menghadapi segala bentuk tekanan maupun ancaman,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan regional dan berbagai tekanan yang dihadapi Iran dalam beberapa waktu terakhir.












