Anggap Trump Gangguan Mental, Tim Negosiasi Iran Gunakan Psikolog untuk Susun Pesan Diplomatik

favicon progres.id
donald trump
Donald J Trump

PROGRES.ID, TEHERAN – Tim negosiasi Iran yang terlibat dalam pembicaraan perdamaian dengan Amerika Serikat (AS) dilaporkan melibatkan sejumlah psikolog senior untuk membantu menyusun strategi komunikasi yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

Informasi tersebut diungkap jurnalis investigasi Jeremy Scahill dalam episode podcast Breaking Points yang tayang pada 12 Juni 2026. Mengutip sumber-sumber yang disebut dekat dengan proses negosiasi, Scahill mengatakan para ahli psikologi itu direkrut beberapa pekan lalu untuk mendukung tim diplomatik Iran.

Menurut laporan tersebut, para psikolog ditugaskan meninjau berbagai pesan dan komunikasi yang akan disampaikan kepada Trump melalui jalur diplomatik maupun perantara. Tujuannya adalah menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan profil psikologis yang disusun oleh tim Iran.

Sumber yang dikutip Scahill menyebut para negosiator Iran telah mengembangkan analisis psikologis terhadap presiden Amerika Serikat tersebut dan menggunakan hasil kajian itu untuk merancang pesan yang dianggap lebih efektif dalam proses perundingan.

Laporan itu juga mengklaim bahwa setiap pesan penting yang ditujukan kepada Washington terlebih dahulu ditinjau oleh para ahli psikologi sebelum disampaikan kepada pihak Amerika.

Menurut sumber yang sama, pendekatan yang disebut sebagai “diplomasi klinis” itu diklaim telah membantu mendorong kemajuan dalam sejumlah pembahasan yang sedang berlangsung antara kedua negara.

Kemunculan laporan tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kondisi fisik dan mental para pemimpin dunia yang memegang peran penting dalam pengambilan keputusan geopolitik.

Scahill menyebut strategi Iran itu didorong oleh keyakinan bahwa memahami karakter dan pola perilaku lawan negosiasi dapat memberikan keuntungan dalam proses diplomasi berisiko tinggi.

Laporan tersebut juga muncul bersamaan dengan kembali mencuatnya perdebatan mengenai kebugaran fisik dan mental Trump menjelang usianya yang ke-80 tahun. Sejumlah laporan media sebelumnya menyoroti penampilan dan kondisi kesehatan presiden AS itu, meski belum ada pernyataan resmi yang menyatakan adanya gangguan kesehatan yang memengaruhi kemampuannya menjalankan tugas.

Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Gedung Putih maupun pemerintah Iran terkait klaim bahwa psikolog dilibatkan secara khusus dalam penyusunan komunikasi diplomatik selama proses negosiasi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *