Komandan Garda Revolusi Iran Peringatkan Musuh: Pasukan Siap Merespons Setiap Ancaman

favicon progres.id
mayor jenderal yadollah javani
Mayor Jenderal Yadollah Javani (Foto: PressTV)

PROGRES.ID, TEHERAN – Seorang komandan senior Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi setiap bentuk ancaman atau tindakan yang dianggap mengganggu keamanan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Komandan IRGC Bidang Politik, Mayor Jenderal Yadollah Javani, dalam sebuah acara di Kabupaten Qaen, Provinsi Khorasan Selatan, Sabtu.

Menurut Javani, militer Iran telah mempersiapkan diri untuk merespons dengan cepat setiap tindakan yang dianggap sebagai agresi terhadap Republik Islam.

“Angkatan bersenjata Republik Islam siap menghadapi setiap tindakan provokatif dengan kewaspadaan penuh dan kesiapan tempur yang tinggi,” kata Javani dalam pidatonya.

Pernyataan itu disampaikan di tengah laporan bahwa Iran dan Amerika Serikat semakin dekat untuk mencapai kesepakatan yang bertujuan mengakhiri ketegangan dan konflik yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Javani juga menegaskan posisi Iran terkait keamanan kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz. Menurutnya, era dominasi kekuatan asing di kawasan tersebut telah berakhir dan keamanan jalur strategis itu akan ditentukan oleh negara-negara kawasan, khususnya Iran.

Dalam pidatonya, ia kembali menyinggung konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Javani mengklaim bahwa berbagai operasi militer yang dilakukan terhadap Iran gagal mencapai tujuan yang diinginkan oleh pihak lawan.

Ia menyebut para rival Teheran sebelumnya memperkirakan Iran akan melemah dalam waktu singkat akibat tekanan militer dan kondisi internal negara. Namun, menurutnya, perhitungan tersebut tidak terbukti di lapangan.

Javani juga menuduh pihak-pihak yang berseberangan dengan Iran pernah berupaya mengguncang stabilitas negara melalui berbagai cara, termasuk menargetkan kepemimpinan nasional. Meski demikian, ia mengklaim pasukan Iran mampu menggagalkan upaya tersebut dan memberikan respons yang efektif.

Lebih lanjut, pejabat IRGC itu menyatakan bahwa hasil dari berbagai konflik dan tekanan yang dihadapi justru memperkuat posisi Iran di tingkat regional maupun internasional.

Menurut Javani, sejumlah analis internasional mengakui bahwa Iran tidak keluar dari konflik dalam kondisi melemah. Sebaliknya, ia mengklaim negara tersebut berhasil meningkatkan kapasitas dan pengaruhnya setelah menghadapi berbagai tekanan militer dan politik.

Pernyataan tersebut mencerminkan kepercayaan diri para pejabat Iran di tengah dinamika diplomatik yang terus berkembang antara Teheran dan Washington, serta ketidakpastian mengenai arah hubungan keamanan di kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *