PROGRES.ID – Sebuah analisis yang dimuat media Israel mengungkap kekhawatiran mendalam terhadap semakin dekatnya Amerika Serikat dan Iran dalam mencapai kesepakatan baru pasca berbulan-bulan konflik di kawasan Timur Tengah.
Dalam artikel berjudul “Kesepakatan Buruk”, analis militer senior Ron Ben-Yishai yang menulis untuk harian Yedioth Ahronoth menilai Washington dan Teheran kini berada pada titik terdekat untuk merampungkan sebuah perjanjian setelah dua putaran pertempuran yang mengguncang kawasan.
Menurut Ben-Yishai, kesepakatan tersebut berpotensi memberikan ruang bernapas bagi pemerintah Iran dengan membuka kembali sumber-sumber pendapatan yang dibutuhkan untuk menopang perekonomian negara itu. Ia menilai dana yang mengalir ke Teheran dapat membantu mempertahankan stabilitas pemerintahan Iran di tengah tekanan yang dihadapi selama konflik.
Lebih jauh, analis tersebut memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi dapat membuka jalan bagi Iran untuk membangun kembali program nuklir dan proyek rudal balistiknya yang disebut mengalami kerusakan signifikan akibat perang.
Kekhawatiran lain yang disorot adalah posisi strategis Selat Hormuz. Menurut analisis itu, Iran kini menjadikan jalur pelayaran energi terpenting dunia tersebut sebagai instrumen tekanan terhadap komunitas internasional. Langkah itu dinilai dapat meningkatkan pengaruh Teheran dalam berbagai negosiasi geopolitik di masa mendatang.
Ben-Yishai juga berpendapat bahwa situasi tersebut berpotensi menghambat upaya normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Teluk Arab. Ketegangan yang terus membayangi kawasan diperkirakan akan membuat proses pendekatan diplomatik menjadi semakin kompleks.
Meski demikian, ia melihat adanya peluang yang muncul dari penghentian konflik. Berakhirnya pertempuran diyakini dapat mendorong warga Iran kembali menyuarakan tuntutan mereka di ruang publik, termasuk melalui aksi-aksi demonstrasi yang sempat mereda selama masa perang.
Pada akhirnya, Ben-Yishai menegaskan bahwa perkembangan terbaru belum menjadi akhir dari dinamika yang sedang berlangsung. Menurutnya, masih banyak faktor yang dapat mengubah arah hubungan antara Iran, Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara kawasan dalam beberapa bulan mendatang.
“Babak terakhir dari kisah ini belum ditulis,” tulisnya, menandakan bahwa dampak penuh dari kesepakatan yang tengah dirancang masih jauh dari pasti.
Artikel tersebut mencerminkan pandangan dan analisis yang berkembang di sebagian kalangan Israel terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan baru antara Washington dan Teheran, yang dinilai akan membawa konsekuensi besar bagi keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.












