PROGRES.ID, WASHINGTON — Harga bensin di Amerika Serikat diperkirakan menembus rekor baru selama libur panjang Labor Day tahun ini. Kenaikan harga energi yang berlangsung di tengah konflik AS-Iran turut memberikan tekanan terhadap biaya bahan bakar di Negeri Paman Sam.
Berdasarkan proyeksi GasBuddy, harga rata-rata bensin nasional diperkirakan mencapai US$4,03 per galon pada Senin, bertepatan dengan perayaan Labor Day.
Jika proyeksi tersebut terealisasi, angka itu akan melampaui rekor harga bensin saat periode Labor Day sebelumnya. Rekor untuk periode liburan tersebut tercatat sebesar US$3,83 per galon pada 2012.
Labor Day merupakan hari libur federal di Amerika Serikat yang digelar untuk memperingati kontribusi serta perjuangan kaum pekerja. Momen tersebut juga menjadi salah satu periode perjalanan yang cukup ramai karena banyak warga AS memanfaatkan akhir pekan panjang untuk bepergian.
Harga Bensin Hampir US$1 Lebih Mahal
Tekanan harga bahan bakar sudah terlihat sebelum puncak liburan. Data GasBuddy menunjukkan harga rata-rata bensin nasional berada di sekitar US$4,13 per galon pada Kamis, atau hampir US$1 lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut menjadi perhatian karena harga bahan bakar memiliki dampak langsung terhadap biaya transportasi dan pengeluaran rumah tangga.
Sejumlah analis bahkan menilai level US$4 per galon sebagai titik yang mulai terasa berat bagi konsumen Amerika. Ketika harga bahan bakar bertahan di level tersebut, masyarakat berpotensi mengurangi perjalanan maupun pengeluaran untuk kebutuhan lain.
Konflik Timur Tengah Jadi Perhatian
Kenaikan harga energi juga terjadi ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki bulan ketujuh. Situasi geopolitik tersebut menjadi salah satu faktor yang memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan dan harga energi global.
Bagi pemerintahan Presiden Donald Trump, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri. Kenaikan harga energi berpotensi menambah tekanan terhadap ekonomi rumah tangga AS, terutama menjelang pemilihan paruh waktu atau midterm elections pada November 2026.
Dengan harga bensin yang terus bergerak naik, perkembangan pasar energi global menjadi salah satu faktor yang akan terus diperhatikan pemerintah maupun konsumen Amerika dalam beberapa bulan ke depan.

Komentar