PROGRES.ID, BOGOTA — Sedikitnya 169 orang tewas dan sekitar 900 lainnya terluka setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia. Pemerintah setempat menetapkan status bencana nasional karena jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah.
Gempa terjadi pada pukul 07.34 waktu setempat atau 12.34 GMT dengan kedalaman sekitar 103 kilometer. Layanan Geologi Kolombia menyebut pusat gempa berada di dekat San José del Palmar, Provinsi Chocó.
Guncangan terasa hingga ratusan kilometer di wilayah barat Kolombia, bahkan sampai ke negara tetangga Venezuela, Ekuador, dan Panama.
Kota Cali menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Kota terbesar ketiga di Kolombia itu berada sekitar 200 kilometer dari pusat gempa dan dilaporkan mencatat sedikitnya 85 korban meninggal dunia.
Sementara itu, di Pereira yang berada di kawasan penghasil kopi Kolombia, sedikitnya 66 orang dilaporkan tewas. Rekaman yang diverifikasi BBC memperlihatkan sebuah bangunan runtuh di Plaza Bolívar, alun-alun utama kota tersebut. Puing dan debu berserakan di lokasi yang biasanya ramai dikunjungi warga.
Sebanyak lima orang lainnya dilaporkan meninggal dunia di Manizales, kota lain di kawasan yang sama dan dikenal sebagai salah satu tujuan wisata Kolombia.
Getaran gempa juga menimbulkan kepanikan di berbagai daerah. Dan Cutler, warga London yang sedang melakukan perjalanan di Kolombia, mengatakan dirinya terbangun akibat guncangan saat berada di Cali.
“Kami berlari keluar dengan masih mengenakan piyama,” ujarnya. Hotel tempatnya menginap tidak mengalami kerusakan struktural besar, tetapi terdapat retakan pada dinding serta bagian cat dan plester yang terkelupas.
Di Manizales, seorang warga bernama Angélica Ávila mengatakan retakan muncul di dinding hotel tempatnya menginap ketika gempa terjadi.
“Semua orang berteriak. Saya melihat debu keluar dari bangunan di sebelah dan batu bata berjatuhan dari dinding,” katanya.
Jurnalis sekaligus ahli meteorologi Luis Felipe Molina, yang berada sekitar 150 kilometer dari pusat gempa, juga merasakan kuatnya guncangan. Menurut dia, pengalaman gempa sebelumnya membuat Manizales menerapkan aturan bangunan tahan gempa yang ketat.
Meski demikian, guncangan menyebabkan barang-barang di dalam rumah berjatuhan. Molina mengatakan sebagian besar dari sekitar 450 buku miliknya jatuh dari rak. Suara kaca pecah dan teriakan warga juga terdengar di tengah kepanikan.
Selain bangunan, sejumlah fasilitas transportasi turut terdampak. Otoritas penerbangan Kolombia melaporkan kerusakan di beberapa bandara regional, termasuk di Pereira, Manizales, Quibdó, Armenia, Cartago, dan Buenaventura.
Di ibu kota Bogotá, pepohonan dan lampu lalu lintas dilaporkan bergoyang hebat. Sejumlah bangunan mengalami retakan, tetapi belum ada laporan mengenai kerusakan serius terhadap infrastruktur utama kota.
Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan situasi bencana nasional untuk mempercepat penanganan dampak gempa. Status tersebut memberikan kewenangan khusus kepada pemerintah, termasuk untuk mengalihkan anggaran guna mendukung operasi darurat dan penyelamatan.
Penetapan itu menjadi ujian besar bagi De la Espriella yang baru menjabat sebagai presiden sejak Jumat. Pemerintah kini menghadapi tantangan besar untuk mengevakuasi korban, menangani korban luka, sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi.
Dukungan internasional mulai berdatangan seiring semakin jelasnya skala kerusakan.
Juru bicara Paus Leo XIV menyampaikan bahwa Paus sangat berduka atas kabar gempa tersebut. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan pemerintah AS terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan sistem satelit Copernicus Uni Eropa digunakan untuk membantu operasi penyelamatan. Presiden El Salvador Nayib Bukele juga menyampaikan solidaritas kepada masyarakat Kolombia serta menawarkan personel dan peralatan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan.
Survei awal US Geological Survey memperkirakan sekitar 1,5 juta orang merasakan guncangan dengan intensitas mendekati magnitudo 7.
Meski gempa terjadi pada kedalaman yang cukup besar, otoritas memperingatkan bahwa gempa dalam tetap dapat menimbulkan kerusakan serius pada bangunan. Gempa jenis ini umumnya menghasilkan lebih sedikit gempa susulan, tetapi sejumlah gempa susulan yang terjadi dapat memiliki kekuatan cukup besar.
Dengan tim penyelamat masih bekerja di sejumlah wilayah terdampak, pemerintah Kolombia terus memperbarui data korban dan kerusakan. Jumlah korban tewas maupun luka masih berpotensi meningkat seiring proses pencarian di bangunan-bangunan yang runtuh.
