PROGRES.ID, TEHERAN — Iran menegaskan kesiapannya menghadapi setiap ancaman maupun kemungkinan pecahnya perang baru. Pemerintah Iran menyebut kemampuan pertahanan negaranya kini jauh lebih maju dan kuat dibandingkan konflik-konflik sebelumnya.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Majid Ebn al-Reza, dalam pernyataannya pada Minggu. Ia mengatakan sejumlah pejabat Amerika Serikat keliru jika menganggap ancaman berulang dapat mengubah sikap atau membuat Iran terintimidasi.

Menurut Ebn al-Reza, Iran tidak akan merespons tekanan yang disampaikan melalui ancaman. Ia menilai sebagian pernyataan tersebut lebih banyak merupakan pesan politik daripada ancaman yang benar-benar didukung kemampuan militer.

“Musuh harus memahami bahwa Iran tidak dapat dihadapi melalui ancaman,” tegasnya.

Ebn al-Reza juga menekankan bahwa Iran tidak pernah berniat menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga maupun negara lain di kawasan. Tehran, kata dia, selama ini berupaya menjaga hubungan dengan negara sahabat sekaligus menghadapi pihak yang dianggap sebagai musuh melalui pertimbangan yang matang.

Kemampuan Iran Disebut Jauh Lebih Maju

Jika perang kembali pecah, Ebn al-Reza menyatakan Iran akan menghadapinya dengan posisi teknologi pertahanan yang lebih kuat dibandingkan konflik sebelumnya.

Ia mengatakan perkembangan teknologi dan industri pertahanan Iran telah mengalami kemajuan signifikan. Bahkan, kemampuan yang selama ini ditampilkan kepada publik disebut hanya sebagian kecil dari keseluruhan kapasitas pertahanan yang dimiliki negara tersebut.

“Yang sesekali ditampilkan kepada publik hanya sebagian kecil dari kemampuan pertahanan dan potensi industri Iran,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan sektor pertahanan Iran akan terus dilanjutkan. Tehran disebut akan memperkuat kemampuan teknologinya sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi berbagai potensi ancaman.

Iran Andalkan Kemampuan Sendiri

Ebn al-Reza menegaskan Iran memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi ancaman. Kesiapan tersebut, menurut dia, dibangun berdasarkan kemampuan nasional, strategi pertahanan, serta kapasitas dalam negeri.

Ia menambahkan bahwa Iran tidak menggantungkan keamanan dan kepentingan nasionalnya pada pihak lain. Republik Islam Iran, kata dia, akan mengandalkan kemauan, kemampuan, serta sumber daya domestik untuk menjaga keamanan dan mempertahankan kepentingannya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat serta meningkatnya perhatian terhadap potensi konflik baru di kawasan Timur Tengah.