PROGRES.ID – Penguatan posisi pasukan Yaman di sepanjang pesisir Laut Merah dan klaim konsolidasi kendali atas Selat Bab al-Mandab dilaporkan semakin menjadi perhatian Israel.
Media Israel menilai perkembangan tersebut dapat memperumit situasi di Pelabuhan Eilat, yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi penurunan aktivitas akibat gangguan pelayaran di Laut Merah.
Pelabuhan Eilat berada di ujung utara Teluk Aqaba dan menjadi salah satu jalur perdagangan Israel. Aktivitas pelabuhan tersebut terdampak serangkaian serangan yang diklaim dilakukan kelompok Ansarullah (Houthi) Yaman sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina selama perang di Gaza.
Pelabuhan Eilat Hampir Lumpuh
Serangan dari Yaman terhadap kapal-kapal yang dikaitkan dengan Israel membuat lalu lintas pelayaran menuju Eilat mengalami gangguan serius.
The Jerusalem Post melaporkan bahwa gangguan terhadap jalur pelayaran dari Laut Merah telah menjadi persoalan strategis bagi Israel.
Media Israel lainnya, Yedioth Ahronoth, sebelumnya melaporkan pada Januari 2026 bahwa pendapatan Pelabuhan Eilat yang sebelumnya mencapai sekitar US$74 juta per tahun telah turun mendekati nol.
Kondisi tersebut menggambarkan besarnya dampak gangguan pelayaran terhadap aktivitas ekonomi pelabuhan.
Pemerintah Israel telah mengambil sejumlah langkah untuk mencari jalur alternatif, termasuk memanfaatkan pelabuhan Aqaba di Yordania. Israel juga melakukan serangan terhadap sejumlah sasaran di Yaman.
Namun, menurut laporan The Jerusalem Post, berbagai langkah tersebut belum berhasil mengembalikan perusahaan pelayaran internasional ke pola pelayaran langsung secara reguler menuju Eilat.
Bab al-Mandab Jadi Titik Strategis
Perkembangan terbaru di pesisir Laut Merah membuat perhatian kembali tertuju pada Bab al-Mandab.
Selat tersebut merupakan salah satu jalur pelayaran strategis dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Kapal yang melewati kawasan tersebut dapat melanjutkan perjalanan menuju Terusan Suez dan kawasan Mediterania.
The Jerusalem Post menggambarkan perkembangan mengenai posisi pasukan Yaman di kawasan tersebut sebagai persoalan strategis yang mendesak bagi Israel dan Arab Saudi.
Menurut laporan tersebut, penguasaan posisi di sekitar Bab al-Mandab dapat memberikan kemampuan lebih besar untuk memantau pergerakan kapal dan meningkatkan kemampuan penargetan terhadap lalu lintas maritim.
Penilaian tersebut merupakan analisis media Israel mengenai dampak perkembangan militer Yaman dan belum berarti bahwa seluruh lalu lintas pelayaran di selat tersebut berada dalam kendali penuh satu pihak.
Arab Saudi Juga Menghadapi Tekanan di Laut Merah
Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada Israel.
Arab Saudi juga menghadapi tekanan keamanan akibat meningkatnya aktivitas militer Yaman di kawasan Laut Merah dan wilayah Saudi.
Pada Juli, pihak berwenang di Sana’a mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi sebagai respons terhadap konflik dan blokade yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Di sisi lain, laporan mengenai keterbatasan persediaan sistem pencegat rudal Arab Saudi juga muncul di tengah serangkaian serangan rudal dan drone yang diklaim dilakukan pasukan Yaman terhadap sejumlah sasaran di wilayah Saudi.
Perkembangan tersebut membuat Bab al-Mandab memiliki arti strategis bagi dua negara yang berkepentingan terhadap kelancaran jalur perdagangan Laut Merah, yakni Israel dan Arab Saudi.
Kepentingan Israel dan Saudi Mulai Beririsan
Menurut analisis yang dimuat The Jerusalem Post, kondisi yang dihadapi Arab Saudi menciptakan kemungkinan adanya kepentingan yang semakin beririsan dengan Israel terkait keamanan Bab al-Mandab.
Bagi Israel, salah satu kepentingan utamanya adalah memulihkan kembali jalur perdagangan menuju Pelabuhan Eilat.
Sementara bagi Arab Saudi, keamanan jalur laut di Laut Merah berkaitan langsung dengan perlindungan wilayah pesisir, perdagangan, serta jalur ekspor dan impor.
Laporan tersebut menyebut kedua negara memiliki kepentingan strategis yang sama dalam menjaga jalur maritim tersebut, meskipun pendekatan dan kepentingan masing-masing tidak sepenuhnya identik.

Komentar