PROGRES.ID, NEW DELHI – Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ia menyebut kedua negara tersebut sebagai “teroris sejati” dan menuduh mereka melakukan apa yang disebutnya sebagai terorisme negara di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam wawancara eksklusif dengan India Today di sela-sela agenda KTT BRICS di India. Dalam wawancara tersebut, ia membahas serangkaian serangan dan operasi militer yang menurutnya dilakukan Amerika Serikat dan Israel di kawasan, termasuk di Suriah, Lebanon, Gaza, Irak, Qatar, serta Iran.

Pezeshkian mengatakan perkembangan teknologi militer telah membuat Amerika Serikat dan Israel mampu melakukan serangan terhadap target tertentu, tetapi menurutnya dampaknya tidak berhenti pada individu yang menjadi sasaran.

“Dengan teknologi mereka, sebenarnya mereka adalah teroris sejati di dunia,” kata Pezeshkian.

Ia kemudian membandingkan tindakan kedua negara tersebut di berbagai wilayah.

“Anda lihat Israel dan Amerika. Apa yang mereka lakukan di Suriah, Lebanon, Gaza, Irak, Qatar, bahkan di Iran, tidak berbeda,” ujarnya.

Pezeshkian Kritik Serangan yang Menewaskan Keluarga

Dalam pernyataannya, Pezeshkian menyoroti operasi yang menurut dia dilakukan dengan alasan memburu individu yang disebut sebagai teroris.

Ia menuduh bahwa serangan terhadap satu target dapat menyebabkan korban di antara anggota keluarga serta kerusakan pada bangunan tempat target berada.

“Mereka membunuh orang dengan sangat mudah. Untuk satu orang, mereka membunuh seluruh keluarga dan menghancurkan satu bangunan, lalu mengatakan bahwa mereka telah membunuh seorang teroris,” kata Pezeshkian.

Menurut Pezeshkian, pola tersebut menunjukkan apa yang ia sebut sebagai “cara baru melakukan kejahatan” dalam konflik modern.

Ia juga mempertanyakan penggunaan label teroris terhadap orang-orang yang menjadi sasaran operasi militer.

“Mereka adalah teroris sejati. Mereka adalah teroris negara,” tegasnya.

Pezeshkian melanjutkan dengan menyebut bahwa daftar target yang menurutnya dibuat oleh pihak Amerika Serikat dan Israel mencakup sejumlah kelompok masyarakat, termasuk pemimpin, ilmuwan dan mahasiswa. Ia juga mempertanyakan serangan terhadap infrastruktur seperti jembatan dan pabrik.

“Mereka menargetkan jembatan, pabrik. Apakah mereka teroris?” ujarnya.

Tuduhan Pezeshkian Muncul di Tengah Ketegangan Regional

Pernyataan tersebut disampaikan ketika ketegangan antara Iran, Israel dan Amerika Serikat masih menjadi salah satu isu utama di kawasan Timur Tengah.

Dalam wawancara yang sama, Pezeshkian juga membahas isu keamanan Iran, program nuklir, serta posisi kepemimpinan negaranya. Ia menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran tetap memiliki keputusan akhir dalam persoalan strategis negara tersebut.

Pernyataan mengenai “terorisme negara” tersebut merupakan tudingan dan penilaian politik Pezeshkian terhadap Amerika Serikat dan Israel. Istilah tersebut juga digunakan oleh sejumlah pihak dalam konteks konflik di Timur Tengah, sementara pihak-pihak yang dituduh memiliki pembenaran dan penjelasan sendiri mengenai operasi militernya.

Dengan pernyataannya, Pezeshkian kembali menempatkan tindakan militer Amerika Serikat dan Israel sebagai salah satu isu utama dalam kritik pemerintah Iran terhadap kebijakan keamanan dan operasi militer kedua negara di kawasan.