PROGRES.ID, TOKYO – Petenis andalan Filipina, Alexandra Eala, harus mengakhiri perjalanan di turnamen WTA 500 Pan Pacific Open 2026 setelah kalah dramatis dari petenis Rusia, Diana Shnaider, pada babak perempat final, Jumat (30/10/2026).
Eala sebenarnya mengawali pertandingan dengan sangat baik. Petenis berusia 21 tahun tersebut berhasil merebut set pertama dengan skor 6-2 dan sempat berada dalam posisi menguntungkan untuk mengamankan tiket semifinal.
Namun, Shnaider mampu bangkit dan membalikkan keadaan. Petenis unggulan ketiga itu merebut set kedua melalui tie-break dengan skor 7-6(5), sebelum memastikan kemenangan 6-4 pada set penentuan.
Pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 52 menit tersebut berakhir dengan kemenangan Shnaider melalui skor 2-6, 7-6(5), 6-4.
Hasil ini sekaligus membuat Eala kembali gagal membalas kekalahan dari Shnaider. Sebelumnya, kedua pemain bertemu pada babak 16 besar Ningbo Open pekan lalu, dengan Shnaider juga keluar sebagai pemenang melalui dua set langsung.
Eala Sempat Unggul, Shnaider Bangkit pada Dua Set Terakhir
Pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Eala tampil agresif dan mampu mengendalikan permainan pada set pertama.
Dengan pukulan-pukulan dari baseline yang akurat, petenis Filipina tersebut berhasil menekan Shnaider hingga merebut set pembuka dengan skor 6-2.
Memasuki set kedua, persaingan semakin ketat. Kedua pemain saling mempertahankan servis hingga pertandingan harus ditentukan melalui tie-break.
Eala sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengunci kemenangan. Dia bahkan hanya berjarak dua poin dari kemenangan ketika tie-break berlangsung.
Namun, Shnaider menunjukkan ketenangan pada momen krusial. Petenis Rusia itu berhasil merebut tie-break 7-5 sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set ketiga.
Momentum kemudian berpindah ke kubu Shnaider. Dia mampu menjaga konsistensi permainan dan akhirnya mengamankan set penentuan dengan skor 6-4.
Kemenangan tersebut memastikan Shnaider melangkah ke semifinal kelima sepanjang musim 2026.
Rivalitas Eala dan Shnaider Semakin Menarik
Pertemuan di Tokyo menjadi pertandingan kedua antara Eala dan Shnaider dalam dua pekan terakhir.
Pada pertemuan sebelumnya di Ningbo Open, Shnaider juga berhasil mengalahkan Eala dengan skor 7-5, 6-4.
Dengan demikian, petenis Rusia tersebut kini unggul 2-0 dalam pertemuan profesional mereka.
Meski demikian, pertandingan di Tokyo memperlihatkan bahwa jarak kemampuan kedua pemain tidak terlalu jauh. Eala bahkan mampu merebut set pertama dan memberikan perlawanan hingga penghujung pertandingan.
Dalam wawancara setelah pertandingan, Shnaider mengakui bahwa duel melawan Eala berlangsung dengan kualitas permainan sangat tinggi.
Dia menyebut pertandingan tersebut layak menjadi partai final karena kedua pemain memperlihatkan permainan yang luar biasa.
Shnaider selanjutnya dijadwalkan menghadapi petenis muda Slovakia, Mia Pohankova, pada babak semifinal.
Perjalanan Eala di Tokyo Tetap Positif
Meskipun gagal mencapai semifinal, perjalanan Alexandra Eala di Pan Pacific Open 2026 tetap memberikan sejumlah catatan positif.
Sebagai unggulan kedelapan, Eala mengawali turnamen dengan kemenangan meyakinkan atas petenis Inggris Mika Stojsavljevic dengan skor 6-1, 6-2.
Dia kemudian menunjukkan mentalitas kuat saat menghadapi Talia Gibson pada babak 16 besar.
Sempat kehilangan set pertama dengan skor 4-6, Eala bangkit dan memenangkan dua set berikutnya dengan skor 6-2 dan 6-0.
Kemenangan tersebut mengantarkannya ke perempat final untuk pertama kalinya dalam rangkaian turnamen Asia musim ini.
Eala juga berhasil mempertahankan posisinya di jajaran 20 besar dunia. Berdasarkan pembaruan peringkat WTA pada 26 Oktober 2026, dia berada di posisi ke-19 dunia dengan pencapaian tertinggi sepanjang kariernya di peringkat ke-18.
Prestasi Eala Sepanjang Musim 2026
Tahun 2026 menjadi periode penting dalam perkembangan karier Alexandra Eala.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah keberhasilan menjuarai Mubadala Citi DC Open di Washington pada Agustus 2026. Gelar tersebut menjadi titel tunggal pertamanya di level WTA Tour sekaligus sejarah bagi tenis putri Filipina.
Eala juga mencatatkan sejumlah hasil positif di turnamen besar, termasuk mencapai babak 16 besar Wimbledon dan babak ketiga US Open 2026.
Kini, setelah tersingkir di Tokyo, perhatian Eala akan tertuju pada agenda kompetisi berikutnya dan upayanya mempertahankan posisi di jajaran elite tenis putri dunia.
Kekalahan dari Shnaider memang menghentikan langkahnya di Pan Pacific Open. Namun, performanya di Tokyo memperlihatkan bahwa Eala masih memiliki potensi besar untuk bersaing dengan petenis papan atas dunia.
Data pertandingan
| Keterangan | Hasil |
|---|---|
| Turnamen | Pan Pacific Open 2026 |
| Babak | Perempat final |
| Pemenang | Diana Shnaider |
| Skor | 2-6, 7-6(5), 6-4 |
| Durasi | 2 jam 52 menit |
| Peringkat Eala | No. 19 dunia |

Komentar