PROGRES.ID, LOS ANGELES – Los Angeles Lakers kembali menjadi sorotan dunia olahraga setelah proses pengalihan kepemilikannya memasuki tahap akhir. Miliarder Mark Walter dan investor Josh Kushner dilaporkan telah menyepakati seluruh persyaratan utama transaksi penjualan klub NBA tersebut dengan valuasi mencapai US$12,5 miliar atau sekitar Rp202 triliun.

Laporan ESPN yang ditulis Ramona Shelburne menyebutkan Walter dan Kushner bertemu secara langsung di kediaman Walter di Florida pada Kamis (29/10/2026). Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan atas seluruh poin transaksi yang sebelumnya masih dalam pembahasan.

Kedua pihak kini diperkirakan segera menandatangani perjanjian resmi. Setelah itu, dokumen penjualan akan diajukan kepada NBA untuk menjalani proses pemeriksaan dan persetujuan.

Kushner disebut telah meyakinkan Walter bahwa seluruh pendanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan pembelian sudah berhasil dihimpun. Namun, pengalihan kepemilikan tetap harus melewati prosedur liga, termasuk pemeriksaan struktur kepemilikan dan sumber pembiayaan.

Nilai penjualan Lakers tembus US$12,5 miliar

Angka US$12,5 miliar menjadikan transaksi Lakers salah satu penjualan klub olahraga dengan nilai terbesar dalam sejarah.

Nilai tersebut lebih tinggi US$2,5 miliar dibandingkan valuasi ketika Mark Walter mengambil alih mayoritas kepemilikan Lakers dari keluarga Buss pada 2025.

Walter sebelumnya menyelesaikan pembelian saham mayoritas Lakers dengan valuasi sekitar US$10 miliar. Akuisisi tersebut memperoleh persetujuan bulat dari Dewan Gubernur NBA pada Oktober 2025.

Dengan demikian, hanya dalam kurun waktu sekitar satu tahun, valuasi Lakers meningkat secara signifikan dalam transaksi yang melibatkan dua kelompok investor berbeda.

Bagi Walter, penjualan ini menjadi akhir dari periode kepemilikannya yang relatif singkat atas salah satu klub paling terkenal di NBA. Sementara bagi Kushner dan Bob Iger, transaksi tersebut membuka jalan untuk mengelola salah satu merek olahraga paling bernilai di dunia.

Bob Iger ikut dalam kesepakatan pembelian

Nama Josh Kushner bukan satu-satunya yang berada di balik rencana akuisisi Lakers. Mantan CEO Disney, Bob Iger, juga terlibat dalam kesepakatan pembelian klub tersebut.

Keduanya sebelumnya mengumumkan rencana mengambil alih Lakers dari Walter dengan valuasi US$12,5 miliar pada Agustus 2026.

Menurut laporan Front Office Sports pada 30 Oktober, Kushner dan Iger juga menawarkan kepemilikan minoritas kepada sejumlah investor untuk melengkapi struktur konsorsium pembelian.

Nilai investasi awal yang ditawarkan kepada calon pemegang saham minoritas berada di kisaran US$250 juta hingga US$300 juta per bagian. Beberapa investor bahkan disebut berpotensi menyetor dana lebih besar.

Sumber Front Office Sports menyebutkan Kushner nantinya akan menjadi pemilik mayoritas setelah transaksi selesai. Sementara Iger diproyeksikan menjadi pemilik minoritas sekaligus mengawasi operasional harian Lakers.

Meski demikian, rincian akhir komposisi kepemilikan dan identitas seluruh investor belum diumumkan secara resmi.

Siapa Josh Kushner?

Josh Kushner merupakan pendiri perusahaan modal ventura Thrive Capital. Ia dikenal sebagai investor di sektor teknologi dan bisnis, termasuk perusahaan-perusahaan rintisan yang berkembang pesat di Amerika Serikat.

Kushner juga memiliki pengalaman dalam investasi olahraga. Sebelum terlibat dalam rencana pembelian Lakers, ia pernah menjadi pemilik minoritas Memphis Grizzlies dan memiliki saham minoritas Miami Heat.

Ia merupakan adik Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Keterlibatan Kushner dalam pembelian Lakers memperluas kiprahnya di industri olahraga profesional. Melalui investasi tersebut, ia berpeluang memimpin salah satu waralaba basket dengan basis penggemar terbesar di dunia.

Sementara Bob Iger memiliki pengalaman panjang dalam industri hiburan dan pengelolaan perusahaan global. Ia memimpin Disney selama bertahun-tahun dan memiliki hubungan dengan dunia olahraga melalui kepemilikan klub sepak bola perempuan Angel City FC bersama istrinya, Willow Bay.

Mark Walter tetap memiliki Dodgers

Penjualan Lakers tidak berarti Walter akan meninggalkan seluruh bisnis olahraga yang dimilikinya.

Pengusaha yang juga menjabat sebagai pimpinan TWG Global itu masih memiliki kepentingan besar di sejumlah organisasi olahraga, termasuk Los Angeles Dodgers di Major League Baseball dan Los Angeles Sparks di WNBA.

Laporan Los Angeles Times pada Agustus menyebutkan Dodgers dan Sparks tidak termasuk dalam transaksi penjualan Lakers. Walter juga tidak memiliki rencana untuk menjual Dodgers.

Sebelum kesepakatan Lakers diumumkan, Walter telah membangun portofolio olahraga yang luas, mencakup klub sepak bola Chelsea, tim balap, dan sejumlah organisasi olahraga lainnya.

Karena itu, pelepasan kepemilikan Lakers menjadi perubahan penting dalam portofolio bisnis olahraga Walter, tetapi bukan berarti ia sepenuhnya keluar dari industri tersebut.

Jeanie Buss masih punya peran di Lakers

Peralihan kepemilikan juga tidak serta-merta mengakhiri keterlibatan keluarga Buss dalam pengelolaan Lakers.

Jeanie Buss, yang sebelumnya memimpin klub setelah keluarga Buss menguasai Lakers selama lebih dari empat dekade, diproyeksikan tetap menjalankan peran sebagai governor tim setidaknya selama lima tahun berdasarkan kesepakatan sebelumnya.

Keluarga Buss memiliki sejarah panjang bersama Lakers sejak Jerry Buss membeli klub tersebut pada 1979.

Dalam proses perubahan kepemilikan sebelumnya, Walter mempertahankan Jeanie Buss sebagai perwakilan klub di NBA. Rencana kepemilikan baru oleh Kushner dan Iger juga disebut akan mempertahankan peran tersebut.

Namun, masih terdapat persoalan mengenai kemungkinan keluarga Buss mempertahankan saham minoritas mereka. Front Office Sports melaporkan Jeanie Buss dan saudara-saudaranya terlibat perselisihan hukum mengenai kepemilikan saham keluarga sebesar 17,8 persen.

Menunggu persetujuan NBA

Meski seluruh persyaratan utama transaksi telah disepakati, Lakers belum resmi berpindah tangan.

Tahap berikutnya adalah penandatanganan dokumen formal dan pemeriksaan oleh NBA. Liga akan menilai struktur kepemilikan serta kemampuan finansial kelompok investor sebelum memberikan persetujuan akhir.

Jika proses tersebut berjalan sesuai rencana, Josh Kushner akan memasuki babak baru sebagai pemilik mayoritas Lakers, dengan Bob Iger mengambil peran dalam pengelolaan operasional klub.

Perubahan ini juga menjadi awal periode baru bagi Lakers, yang selama puluhan tahun identik dengan keluarga Buss. Dengan valuasi US$12,5 miliar, perhatian kini tertuju pada bagaimana pemilik baru akan mengembangkan bisnis klub sekaligus menjaga ambisi kompetitifnya di NBA.