Iran Berlakukan Aturan Baru di Selat Hormuz, Semua Kapal Wajib Kantongi Izin Melintas

favicon progres.id
selat hormuz
Peta Selat Hormuz (Dok. Istimewa)

PROGRES.ID – Iran resmi menerapkan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia. Kebijakan ini menandai langkah besar Teheran dalam memperketat kontrol atas perairan strategis yang menjadi jalur utama perdagangan energi global.

Berdasarkan sistem baru tersebut, seluruh kapal yang berencana melintasi Selat Hormuz diwajibkan menerima pemberitahuan resmi melalui surat elektronik yang berisi ketentuan dan aturan pelayaran. Setiap kapal juga harus menyesuaikan operasionalnya sesuai regulasi yang ditetapkan serta memperoleh izin transit sebelum memasuki kawasan tersebut.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari sistem tata kelola maritim kedaulatan Iran yang kini mulai diberlakukan sepenuhnya. Selat Hormuz sendiri memiliki posisi vital dalam perdagangan energi internasional, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur ini.

Langkah tersebut diambil setelah angkatan bersenjata Iran memperketat pengawasan di kawasan itu menyusul meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel. Sebelumnya, Teheran dilaporkan memblokir kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan kedua negara tersebut pascaeskalasi konflik yang dimulai pada akhir Februari.

Iran sempat memberi sinyal pembukaan kembali akses pelayaran setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dan melibatkan Lebanon. Namun, otoritas Iran kemudian kembali menutup jalur tersebut dengan alasan adanya dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan oleh Washington dan Tel Aviv.

Di saat yang sama, parlemen Iran tengah membahas rancangan undang-undang yang akan melarang sepenuhnya kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel untuk melintas. Sementara kapal yang terkait dengan Amerika Serikat dan negara-negara yang dianggap bermusuhan akan dikenai pembatasan ketat.

Regulasi tersebut juga mencakup rencana penerapan sistem tarif bagi kapal dari negara-negara non-musuh yang ingin melintasi selat tersebut.

Ketegangan di kawasan meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah laporan mengenai upaya militer Amerika Serikat untuk menantang kontrol Iran atas jalur tersebut. Pasukan Iran disebut telah berulang kali memperingatkan kapal perang AS agar tidak mendekati wilayah itu.

Dalam insiden terbaru, angkatan laut Iran dilaporkan menembakkan rudal dan drone di sekitar kapal perusak AS setelah peringatan sebelumnya diabaikan.

Pemerintah Iran menegaskan akan terus mempertahankan otoritasnya atas Selat Hormuz. Teheran juga memperingatkan bahwa setiap upaya untuk mengganggu kontrol mereka atas jalur strategis tersebut akan direspons secara tegas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *