PROGRES.ID, TEHERAN — Pemerintah Iran mengecam kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Uni Emirat Arab (UEA). Teheran menilai kedatangan Netanyahu di kawasan tersebut berpotensi memperburuk situasi keamanan dan meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.

Kecaman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran melalui sebuah pernyataan pada Selasa sebagai respons terhadap kunjungan Netanyahu ke UEA.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut kehadiran Israel di kawasan pada situasi saat ini dapat membawa konsekuensi serius terhadap stabilitas regional.

Iran juga meminta negara-negara di kawasan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan dampak dari kehadiran Israel yang disebut Teheran memiliki konflik kepentingan dan permusuhan dengan sejumlah negara di Timur Tengah.

Iran Soroti Situasi Timur Tengah

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, kawasan Asia Barat tengah berada dalam kondisi yang sangat rentan akibat meningkatnya konflik bersenjata dan ketegangan geopolitik.

Teheran secara khusus menyinggung konflik yang melibatkan Israel dan Iran serta situasi di Palestina dan Lebanon.

Iran menuduh Israel melakukan agresi militer terhadap wilayahnya dan memperluas operasi militernya di sejumlah wilayah.

Pernyataan tersebut merupakan posisi resmi pemerintah Iran mengenai situasi kawasan dan tuduhan terhadap Israel.

Iran juga kembali mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina dan Lebanon. Pemerintah Iran menilai perkembangan tersebut telah memperburuk kondisi keamanan di Asia Barat.

Teheran Peringatkan Negara-Negara di Kawasan

Kementerian Luar Negeri Iran kemudian meminta pemerintah negara-negara Timur Tengah mempertimbangkan konsekuensi keamanan dari hubungan dan kerja sama dengan Israel.

Menurut Teheran, keberadaan pihak yang dianggap berpotensi meningkatkan konflik dapat berdampak terhadap keamanan bersama di kawasan.

Iran menyatakan bahwa keamanan regional merupakan kepentingan bersama yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, setiap perkembangan yang berpotensi meningkatkan ketegangan dinilai dapat berdampak lebih luas terhadap negara-negara di Asia Barat.

Teheran juga memperingatkan bahwa meningkatnya ketegangan dapat memperdalam perpecahan politik serta memperbesar risiko ketidakstabilan regional.

Iran Minta Wilayah Negara Tetangga Tidak Dijadikan Basis Aksi Destabilisasi

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Iran juga meminta pemerintah negara-negara kawasan tidak memberikan ruang bagi wilayah mereka untuk digunakan sebagai basis tindakan yang dapat mengancam negara lain.

Teheran menyebut pemerintah negara-negara regional memiliki tanggung jawab dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Iran berharap negara-negara Timur Tengah mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan luar negeri mereka terhadap dinamika keamanan regional.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah hubungan Iran dan Israel yang masih diwarnai ketegangan serta saling tuding terkait ancaman keamanan.

Kunjungan Netanyahu ke UEA Jadi Sorotan

Kunjungan Netanyahu ke Uni Emirat Arab menjadi perhatian karena hubungan Israel dengan sejumlah negara Arab dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan signifikan.

UEA merupakan salah satu negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui kesepakatan normalisasi yang diumumkan pada 2020.

Hubungan tersebut kemudian berkembang ke berbagai sektor, termasuk perdagangan, teknologi, investasi, pariwisata, dan kerja sama lainnya.

Namun, perkembangan hubungan Israel dengan negara-negara Arab tetap menjadi isu sensitif bagi Iran, terutama ketika konflik Israel-Palestina dan persaingan geopolitik di kawasan masih berlangsung.

Iran Tekankan Keamanan Kawasan Harus Dijaga Bersama

Kementerian Luar Negeri Iran menutup pernyataannya dengan kembali menekankan pentingnya menjaga keamanan regional secara kolektif.

Teheran menyatakan negara-negara Asia Barat perlu menghindari langkah yang berpotensi memperbesar ketegangan atau menjadikan wilayah mereka sebagai tempat berlangsungnya aktivitas yang dapat mengancam negara lain.

Pernyataan Iran tersebut menunjukkan bahwa kunjungan Netanyahu ke UEA tidak hanya dipandang sebagai agenda bilateral, tetapi juga dikaitkan Teheran dengan dinamika keamanan yang lebih luas di Timur Tengah.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, pemerintah Iran belum memberikan indikasi bahwa kunjungan Netanyahu ke UEA secara langsung akan memicu tindakan militer tertentu. Kritik yang disampaikan terutama berupa peringatan diplomatik mengenai potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan.