Iran Klaim Produksi Drone Tempur Melejit 10 Kali Lipat Usai Perang, Siap Hadapi Skenario Apa Pun

favicon progres.id
drone saheed iran
Drone Saheed Iran (Foto: Dok. PressTV)

PROGRES.ID – Militer Iran mengklaim telah meningkatkan produksi drone serang secara signifikan hingga sepuluh kali lipat dalam beberapa bulan terakhir, menyusul konflik dengan Amerika Serikat dan Israel tahun lalu.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Alireza Sheikh, dalam wawancara televisi yang dipublikasikan pada Kamis.

Menurutnya, lonjakan produksi tersebut terjadi dalam kurun sekitar tujuh bulan setelah konflik bersenjata yang pecah pada pertengahan 2025. Ia menyebut peningkatan ini sebagai bagian dari penguatan kemampuan militer Iran menghadapi potensi ancaman di masa depan.

Sheikh menegaskan bahwa pengalaman dari konflik sebelumnya menjadi pelajaran penting bagi militer Iran dalam meningkatkan kesiapan tempur. Ia menyebut kemampuan menghadapi dan merespons ancaman kini jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

“Angkatan bersenjata kini siap menghadapi berbagai kemungkinan dengan bekal pengalaman dari konflik sebelumnya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pencapaian strategis Iran di sektor pertahanan, khususnya dalam pengembangan teknologi drone. Menurutnya, kemajuan tersebut telah mengubah perhitungan militer lawan.

Kemampuan integrasi sistem persenjataan, termasuk penggunaan drone dan rudal presisi, disebut menjadi faktor utama dalam meningkatkan efektivitas serangan.

Sheikh menilai peningkatan kapasitas ini turut berpengaruh terhadap dinamika diplomasi. Ia menyebut posisi Iran dalam perundingan dengan Amerika Serikat menjadi lebih kuat karena adanya keseimbangan kekuatan.

“Ketika kedua pihak berada pada posisi setara, maka dialog bisa terjadi,” katanya, merujuk pada pembicaraan antara Iran dan AS yang berlangsung di Islamabad pekan lalu.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan membawa pihak lawan ke meja perundingan untuk membahas tuntutan Iran merupakan pencapaian tersendiri.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebelumnya terjadi setelah meningkatnya ketegangan pada awal 2025. Dalam periode tersebut, Iran melancarkan serangkaian serangan balasan menggunakan rudal balistik, hipersonik, serta drone ke berbagai target militer di kawasan.

Pernyataan terbaru ini menegaskan bahwa pengembangan teknologi drone kini menjadi salah satu fokus utama strategi pertahanan Iran di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.

Sumber: PressTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *